Breaking News

Sabtu, 29 April 2017

Cerita Dewasa Istri Kesepian Selingku Dengan Teman Lama

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Dewasa Istri Kesepian Selingku Dengan Teman Lama

Cerita Dewasa - Aq seorang istri pengusaha yg bisa dibilang cukup kaya raya. Aq sdh memeiliki dua anak, kebetulan laki-laki semua dan umurnya pun sdh berumur dewasa. Anak-anak ku memilih bersekolah di luar negeri. Sedangkan suamiku seorang pengusaha yang cukup sibuk dgn bisnis–bisnisnya.Sampai - sampai lupa dengan keluarga.

 Agen Poker - Alhasil tinggallah diriku yang dilanda akan kesepian. Bila aq terbangun pagi hari, aq selalu termenung.Aq berkata hidup Aq yang begitu kaya tapi tidak ada di isi dengan Kebahagiaan .

Agen Domino 99 - Karena suasana rumah yang lumayan besar hingga aktifitas yang dikerjakan pembantu pembantuku nyaris tak terdengar, apalagi di dlm kamarku yang cukup besar. Malam haripun serupa, setelah pembantuku selesai beraktifitas mereka segera pergi tidur dlm waktu yang bisa dibilang masih sore.

Agen sakong - Agen capsa susun - Sehari-hari acara televisi lah yang selalu menemaniku, itupun sdh membuat aq bosan. Karena hampir semua acara televisi sdh aq hafal dan semua menjadi tidak menarik lagi.

Agen Bandar Poker - Aq mencoba untuk mulai beraktifitas dgn tetangga, tp menjadi percuma karena semua tetangga sdh sibuk dgn urusanya masing-masing. Karena stress di rumah, aq memutuskan untuk pergi ke tempat teman karibku Mona, diJakarta.

Agen AduQ - Hal itulah yang bikin aq berubah total dan drastis.
Ketika mobil berhenti tepat di depan rumah, ku lihat Mona bergegas menghampiriku, lalu kami saling berpelukan sambil cium pipi kanan kiri.
“Wah wah wah wah tambah seksi dan cantik aja nih” kata Mona sambil menatapku dari atas sampai ke bawah.

Agen BandarQ  - “Ah, biasa aja, Lo sendiri jg tambah oke, perawatan di mana ? Gw pengen di pijit nih biar relax“. “
“Ah bisa aja deh, gw cuma luluran aja di rumah“.
“Kalo cuma mijit sih, Bagas jg bisa. Yang ngelulur en mijitin aq khan si
Bagas. Do’i jago lho soal pijit memijit, di jamin ketagihan deh“.
”Bagas .. ? Siapa Bagas ?”
“Sopir pribadi gw, yang tadi ngejemput Lo. Sekarang loe mendingan ke kamar dulu aja deh, ntar biar gw suruh si Bagas ke kamar loe”
”Tp Mon.., gw khan malu. Masak yang mijit cowok, masih muda lagi”.
“Udah loe tenang aja, ntar gw temenin deh biar loe nggak risih”

Cerita Sex Nikmati Tubuh Amoy Cina

Sesampainya dikamar, aq berbaring sejenak membayangkan Bagas yang akan memijitku, menyentuh bagian-bagian tubuhku yg telah lama sekali tidak disentuh oleh suamiku.

Orangnya masih muda kira-kira umur 25 tahun, tinggi sekitar 177 cm, berat sekitar 70 kg, berkulit sawo matang tp bersih sehingga kelihatan macho, dgn potongan rambut rapi, sopan dan ramah terlebih sorot matanya yang tajam dan rahang yang memberikan kesan gagah.

Apabila dlm setelan safarinya, terlihat seperti seorang bodyguard.
Sehingga aq merasakan ada suatu getaran aneh dlm diriku. Seperti adrenalin yang bergejolak, membuatku darahku bergejolak, dan aqpun terbuai dlm lamunanku sendiri.
Tok…tok…tok… suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku.
“Siapa ?”

“Bagas, bu“. Lalu aqpun bergegas melangkah dan membuka pintu. Ku lihat Bagas sdh berganti pakaian, dari setelan safari berganti dgn celana jeans dan kaos ketat tipis warna putih yang semakin memperlihatkan otot-otot lengannya yang kekar, jg six pack perutnya terlihat menonjol.

Cerita Hot Bercinta Dengan Janda Muda berjibab

Aq sempat berpikir, kok seperti model iklan susu L-men, tadi kayak body guard. Hebat jg Mona nyari sopir pribadi, jangan-jangan dia sopir plus-plusnya Mona, tp segera ku tepis pikiranku.

“Silahkan masuk, lho.. bu Mona mana ?” tadi sedang menerima telpon, saya disuruh duluan, jawab Bagas dgn sopan. “Hmmmm, ya udah kamu tunggu sebentar aq ganti dulu.”
“Iya bu, permisi…“, jawabnya.

Lalu aq pun melangkah ke kamar terlihat seperti iklan Tropicana Slim, sebenarnya agak montok tubuhku dari kaca besar yang terletak di atas wastafel. Ku putar ke kiri dan ke kanan, benar jg apa yang di katakan sahabatku tadi. Tubuhku, walaupun sdh beranak 2 masih saja terlihat seksi, memang agak montok sedikit membuat terlihat lebih bohay.

Di usia yang hampir memasuki kepala 4, dgn tinggi 169 cm dan berat 53 kg, di tunjang dgn buah dada 34 B, aq masih tidak kalah dgn abg sekarang. Maklumlah aq sering spa untuk mengurangi stress yang ku alami, tak heran jika kulitku pun putih bersih.

Bahkan selulitku telah ku buang melalui operasi di Singapore setelah aq melahirkan anak yang kedua.
Lalu kuperhatikan wajahku, meski ada sedikit keriput samar di daerah mata, tp menurutku wajahku masih cukup cantik.

Karena di kala aq pergi shopping atau sekedar jalan-jalan di mall, banyak laki-laki termasuk remaja melirik ke arahku, bahkan ada di antara mereka bersiul-siul ke arahku. Ku lilitkan handuk di sekeliling tubuhku, lalu kurapikan rambutku, aq pun berjalan ke luar.

Ketika ku tutup pintu kamar mandi dari luar, Bagas bangkit berdiri dan menatapku. Ku lihat dia terpana melihatku yang hanya berbalut selembar handuk dgn rambut yang tergerai di bahu.
“kenapa Gas?”
“Eh, enggak bu. Ibu terlihat cantik sekali, mirip cerita bidadari yang di film-film.

“Aaah, kamu bisa aja Gas, pinter ngerayu. Udah brp pacar yang kena ama rayuanmu?” kataq sambil duduk di springbed. “Belum ada bu, saya belum punya pacar. Dulu wktu masih duduk dibangku sma pernah punya pacar, tp pas lulus langsung di nikahin sama bapaknya.

Bapaknya gak mau anaknya pacaran sama orang miskin kayak saya. Ibu mau dipijit sekarang ?”
“Hmmmm, boleh deh” kataq sambil berbaring.

Bagas pun melangkah ke kasur sambil membuka tutup body lotion.
“Permisi bu“, lalu kurasakan tangan Bagas menyentuh telapak kakiku. Ada rasa geli dan nyaman ketika Bagas memijit telapak kakiku. Setelah beberapa menit, pijitan mulai naik ke betis dan setengah pahaq, karena separuh pahaq yang atas masih terlilit handuk.

Hmm, benar jg yg dibilang Mona, nyaman jg pijitannya. Tp koq Mona gak nongol-nongol, sahabatku itu kadang kalo nelpon bisa ber jam-jam lamanya, paling cepat 1 – 2 jam. -cerita hot terbaru- Ah terserahlah, aq udah gak peduli karena terhanyut dlm pijitan-pijitan Bagas, sehingga tanpa sadar aqpun terlelap.

Entah sdh berapa menit, tiba-tiba aq merasa ada yang memanggilku.
“Bu..bu..Melda“
“ya, ada apa Gas” jawabku dlm keadaan setengah sadar.
“Maaf, saya buka handuknya ya bu. Kakinya udah selesai dipijit, sekarang mau memijit punggungnya“
“Ya, silahkan” jawabku spontan.
Ketika tangan Bagas menyentuh bahu dan pundakku, kesadaranku mulai pulih.

Aq teringat keadaan saat ini, di mana Mona masih blm selesai menerima telepon. Sedangkan aq hanya berdua dgn Bagas, sedangkan tubuhku hanya bagian depan yang tertutup, karena aq berbaring tengkurap, sebagian dari buah dadaq yang tertekan pasti terlihat.

Berbagai perasaan terbersit dlm hatiku, karena ini pengalaman pertamaq disentuh oleh laki-laki selain suamiku.

Biasanya aq selalu dipijit oleh perempuan, hal inilah yang membuatku menolak saat sahabatku menyarankan Bagas untuk memijitku.

Dgn pemijat segagah Bagas, dan jg setelah sekian lama aq blm melaqkan hubungan intim hal ini membuat hatiku berdebar-debar. Antara rasa malu dan nafsu yang mulai menghinggapi diriku.

Hilang sdh rasa nyaman, berganti dgn perasaan aneh yang perlahan muncul seiring dgn pijatan Bagas. Sehingga saat perasaan aneh itu sdh menguasai diriku, tanpa sadar aq mulai mendesis kala tangan Bagas mengenai daerah-daerah sensitifku.

Dia mengurut dari pinggul bawah ke atas, lalu tangannya beralih menuju pundak, ketika tangannya menyentuh leherku, aq langsung menggelinjang antara geli dan nafsu.

Di situ merupakan daerah sensitif keduaq, di mana yang utama adalah clitorisku. Sehingga aq semakin liar mendesah dan tanpa sadar aq berbalik. Dgn napas tersengal-sengal ku buka mataq, kutatap Bagas yang menatapku dgn posisi berdiri diatas lututnya.

Ku lihat peluhnya bercucuran sehingga kaosnya basah oleh keringat, membuat tubuhnya jadi semakin seksi. Aq sdh kehilangan akal sehatku, sehingga aq sdh tak ingat lagi bahwa tubuhku yang bugil kini terpampang jelas di hadapan Bagas.

Bagas pun seolah mengerti akan keadaanku lalu di ambilnya handuk yang tadi melilit tubuhku. Di lapnya keringat di wajah, lalu ketika dia membuka kaosnya langsung aq ambil handuk ditangannya.

Kuseka keringatnya sambil kuraba tubuhnya, karena tubuh suamiku sangat berbeda denganya. Kuraba dadanya yang bidang, lalu tangan kiriku turun hingga six packnya sambil kuciumi dadanya. Sedangkan tangan yang satu lagi membelai punggungnya yang jg berotot.

Ketika tangan kiriku meraih kancing celana jeans nya, tangan kanannya menangkap tangan kiriku, lalu tangan kirinya meraih pinggangku. Sambil menarik pinggangku ke atas, dilumatnya bibirku. Ooohhhhh.. aq merasakan sentuhan yang berbeda dari yang pernah aq rasakan.

Kubalas dgn melumat bibir bawahnya, lalu kurasakan lidahnya menerobos masuk ke dlm mulutku, kami saling melumat. Lalu aq dorong dia dan kurebahkannya dia sambil aq membuka kancing celana jeans nya.

Pemandangan itu sungguh erotis sekali di hadapanku, aq bangkit lagi dan ku elus celana dlmnya yang terlihat kepenuhan itu. Ku cium bagian atasnya, tak tercium bau kejantanannya, tampaknya dia cukup merawat miliknya itu. Ku kecup kepalanya sambil ku pelorotkan celana dlmnya. Oohh, gelegak nafsuku bertambah menggelora.

Segera kumasukkan batang penisnya ke dlm mulutku, ku kulum keluar masuk, ku dengar desahan-desahan yang bikin aq semakin panas.
Ketika ku lihat ke atas, tampak dia terpejam menikmati kulumanku. Setelah ku kulum selama kurang lebih 10 menit, Bagas menghentikan gerakanku.

Di lumatnya lagi mulutku sembari membaringkan aq di tempat tidur. Lalu dilumatnya leherku, sehingga aq kembali menggeliat liar.
”Mppphhhh.., Gas…” Ku cengkeram sprei tempat tidur, sementara tangan yang satu lagi mencengkram punggungnya.

Tampaknya Bagas sdh mengetahui kelemahanku, dia segera berpindah untuk melumat buah dadaq. Lidahnya melumat habis kedua bukitku beserta ujung ujungnya.

Sementara tangannya terus turun meluncur melalui perutku, sampai pada bukit kecilku yang berbulu tipis yang kini sdh semakin basah.
Aq memang selalu rajin mencukur bulu jembutku, karena aq suka memakai celana dlm G-string.

Tangannya kini sdh mencapai lipatan meqiku, dan tersentuhlah clitorisku. Aq langsung tersentak, seperti terkena setrum ribuan volt.

“Mppphhhh….. Gas……” jeritku sambil meremas rambutnya.
Sementara tangan Bagas bermain di selangkanganku, lidahnya kini turun ke perutku, bermain sebentar di seputar perut lalu kembali turun ke meqiku. Kedua belah tangannya memegang kedua belah pahaq, sambil di pandanginya meqi ku yang basah oleh cairan kewanitaanku.

“Meqi bu Vina indah sekali..” perkataan itu seakan memberi suntikan gairah sehingga ku berkata dgn merintih
“ayo Gas.. jangan di liatin aja” langsung di benamkannya bibirnya ke dlm meqi ku, sementara hidungnya mengenai clit ku, sehingga aq langsung tersentak mendongak ke atas.

Di julurkannya lidahnya menyapu bagian dlm meqiku, sehingga aq merasa seperti ada yang menggelitiki meqiku itu.
“Mmmmphhhhh….terus Gas…..terus….” desahku sambil terus meremasi rambut di kepalanya.

Tangannya menggapai kedua belah payudaraq, sambil meremas-remas sesekali dia pilin-pilin kedua putingku. bikin aq menjadi bertambah liar, dan ku rasakan badai kenikmatan yang terus menggelora di dlm diriku.

Sampai akhirnya saat bibir Bagas mengecup lalu menghisap clitoris ku, aq tersentak sedemikian hebatnya sambil menjerit
“Oooogghhhhhh…… wwaaannnn………” ku jepit kepalanya sambil kuangkat pinggulku tinggi tinggi, kedua tanganku menjambak rambutnya.

Bagas pun tak henti hentinya terus menusuki meqiku dgn lidahnya sembari memutarkan kepalanya, dihisap dan dijilatinnya hingga habis cairan yang keluar meleleh dari meqiku, aq pun serasa terbang di awan-awan.

Seketika itu tubuhku melemas, Bagas pun merangkak naik ke arahku, di peluknya diriku, di kecupnya keningku lalu dilumatnya bibirku. Aqpun membalasnya dgn melumat kembali bibirnya yang menurutku cukup seksi untuk dilumat.

Kami saling bertatapan beberapa saat, aq serasa kembali menemukan sesuatu yang kini mengisi relung-relung hatiku yang sepi.
“Masukin penismu Gas, tp pelan-pelan dulu ya. Aq masih agak lemas nih” kataq dgn lirih di telinganya.
“Baik, bu.”
“Jgn panggil ibu terus ah, gak enak didengernya. Maukah kamu memanggilku sayang ?”
“Baik, sayang. Aq masukin ya.”
“Huum, tp pelan pelan lho” dan kurasakan kepala penisnya yang mengkilap merah menempel pada kemaluanku.

Ada rasa berdebar di hatiku, inilah kejantanan selain milik suamiku yang beruntung dapat memasuki liang senggama milikku. Kurasakan perih ketika kepalanya masuk sedikit di bibir lubangku
“Gass, pelan-pelannn.. agak perih nih.”
“Iya sayang, ini jg pelan kok.” Bagas kembali menekan pantatnya, dan penisnya kurasakan semakin menyeruak masuk ke dlm meqiku.

Aqpun spontan memeluk Bagas
“aakh..Gas….”
“tahan sedikit sayang!” Bagaspun menghentakkan pantatnya dgn sekali hentakan dan seketika kurasakan perih yang kurasakan saat keperawananku hilang.

Bagas pun mengangkat pantatnya pelan-pelan, sehingga aq merasa meqiku seperti tersedot keluar seiring dgn penis Bagas.
Lalu ditekannya kembali penisnya ke dlm meqiku, rasa perih yang semula kurasa itu hilang berganti sensasi nikmat di kala punya Bagas keluar masuk dgn berirama menggelitiki dinding kewanitaanku.

“mmppphhhh…enak Gas….teruss sayang….”
“meqimu seret banget yang, penisku kayak di urut nih” dilumatnya kembali bibirku, kamipun berpagutan sambil bergoyang pelan.

Sesudah dlm beberapa ketika Bagas mengentotiku dgn irama pelan, aq ganti posisi tersebut. Berpelukan, ku gulingkan tubuhnya ke sampingku, dgn penis yang masih tertancap dlm meqiku.
Bersambung.
Sponsor :Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT. 

agen poker online terpercaya di indonesia
Read more ...

Jumat, 28 April 2017

Cerita Sex Nikmati Tubuh Amoy Cina

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Sex Nikmati Tubuh Amoy Cina

Cerita Dewasa - Cerita ini berula ketika aku sedang selingkuh dengan seorang Amoy keturunan China yang sangat seksi dan Cantik sekali. Penasaran kan pasti ? yokk nikmati cerita sex ini.

Kalau di tempat asalku sangat jarang untuk bergaul dgn orang Cina, maka di Surabaya hal itu bukan hal yang aneh. Aku bergaul akrab, bisa bermain-main, berkunjung dan berjalan-jalan dgn mereka. Keinginanku sejak menginjak Surabaya ialah merasakan nikmatnya tubuh wanita Cina.

Itu memang menjadi obsesiku. Seorang wanita Cina atau kalau boleh lebih harus menjadi sasaran birahiku. Tak kusangka, semuanya berjalan lancar.

Wanita itu ialah Mey Lan. Kisahnya bermula dari Ibu Sherlly. Sesudah beberapa kali bersetubuh memuaskan wanita yang gede nafsu ini, aku menyatakan keinginanku untuk bersetubuh dgn seorang wanita Cina.

Kupikir Bu Sherliana tak akan keberatan mencarikan wanita-wanita idamanku tersebut. Bukankah ia juga yang memperkenalkanku kepada Ibu Nina? “Bu Sher”, kataku satu malam, setelah melewati beberapa kali orgasme. “Ada apa, jantanku”, sahutnya sayu.

“Bu Sher jangan marah ya”, sahutku sambil mengelus-elus kedua payudaranya yang bulat dan montok itu. “Nggak, kok”, sahutnya sambil mengelus kemaluanku yang mulai mengeras lagi. “Sudah berkali-kali saya bersetubuh dgn Ibu dan Ibu Nina.

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Gadis Pelajar SMU

Kalian berdua selalu puas dgn kejantananku. Hanya aku belum puas. Aku punya obsesi, menyetubuhi seorang wanita Cina. Kalau lebih dari satu itu lebih baik”, kataku. Hahahaha..”, Ibu Sherlliana tertawa.
“Ngapain pingin wanita Cina?”
“Di tempat asalku, sangat sukar bergaul dgn wanita Cina, apalagi bersetubuh dgn mereka. Ini jelas sangat menantangku. Ingin kurasakan, seperti apa nikmatnya bersetubuh dgn wanita Cina itu”, kataku “Kalau itu sih gampang”, sahut Ibu Sherlliana.

“Tapi kamu mesti kuat lho! Wanita Cina nafsunya gede-gede, kuat-kuat, sangat lama puasnya.”
“Kalau soal kuat, jangan khawatir”, sahutku. “Ibu khan sudah pernah merasakannya. Yah khan.” “Tentu jantanku. Itu kuakui”, sahut Ibu Sherlliana. “Mudah kok, ada Mey Lan.

Cerita Hot Bercinta Dengan Janda Muda berjibab

Suaminya sudah nggak kuat. Selalu ejakulasi dini. Mana bisa Mey puas. Sebentar, kutelepon Mey. Biar esok jadi hari pertamamu menikmati tubuh wanita Cina impianmu.” Tangannya menjangkau telepon di atas meja kecil di samping tempat tidur. Diputarnya angka-angka itu, sementara tanganku sendiri terus sibuk memutar-mutar kedua payudaranya.

Cerita Dewasa Ngesek Dengan Mantan Pacar

“Halloo, Mey”, kata Ibu Sherlliana. “Nih ada kabar gembira untukmu. Ada penodong yang galak, mungkin bisa bantu kamu. Kan udah lama puasa. Gimana? Setuju? Besok siang? Okay! Dijamin deh, orangnya kuat. Malah Mey yang akan kewalahan. Pokoknya, Mey akan menjadi seperti pengantin baru. Nah, siap-siap yah? Gimana? Namanya Rino. Agak hitam.

Tapi itu khan bukan soal. Yang perlu kan burungnya. Hahaa.. Gimana? Oh ya, itu sih gampang. Aku akan keluar dan kembali sore harinya. Jadi jangan khawatir. Kalian bisa menggunakan ruangan tamu di depan. Pokoknya buat seperti rumah sendiri deh! Tentu! Mau ngomong sendiri?” Gagang telepon diopernya kepadaku. Terdengar desah suara lembut dan sexy seorang wanita.

“Halloo, Bu Mey”, kataku sopan. “Rudy yah”, katanya. “Ini Mey. Belum kenal yah? Kata Sherlly kamu sangat kuat. Mau nemanin Ibu besok? Soalnya Ibu udah lama puasa nih. Ibu mau bersenang-senang sedikit besok.

Gimana? Bisa?” “Untuk Ibu aku selalu bersedia “, sahutku nakal. “Pokoknya, pasti memuaskan.” “Gimana? Puas dgn Bu Sherlliana”, katanya. “Wah, gawat. Nafsunya gede, kayaknya nggak pernah puas, tuh. Nih, lagi rebahan telanjang bulat di sampingku”, sahutku. “Sudah beberapa jam, tapi katanya belum puas dia. Maunya ditambah.” “Beruntung deh Sherlly “, sahutnya.

” Tapi ngomong-ngomong, hemat-hemat tenaga, yah. Besok Ibu mau sepuas-puasnya. Hihihihii..” “Siap deh, Bu”, sahutku. Telepon diputus. Aku menoleh, tersenyum kepada Ibu Sherlly, sambil terus mengelus tubuhnya yang mulus. Sebentar lagi tubuh indah itu akan kugumuli lagi, bukan saja karena aku suka, tetapi itu juga kerinduannya.

“Nah, mana komisinya”, kata Bu Sherlly. “Komisi?”, sahutku pura-pura tak mengerti. “Yah, tentu dong”, katanya. “Kan sudah dicarikan wanita Cinanya. Jadinya, komisi itu wajib hukumnya.” Ia tersenyum nakal. Cepat aku bergerak menerkamnya. “

Ini komisinya”, sahutku sambil menerkam tubuhnya. Aku menyerangnya diiringi tawa cekikikannya yang membangkitkan birahi. “Jangan sekarang”, sahutnya genit. “Ibu lapar, pengen makan.” Walau nafsuku telah menggelegak, aku terpaksa bersabar dan menurutinya ke ruang makan, tanpa merasa perlu berpakaian.

Ia pun tidak berpakaian, sehingga buah dada dan pantatnya yang motok, putih mulus itu bergoyang-goyang naik turun dgn indahnya. Aku menelan ludah sembari tersenyum penuh kemenangan. Pantat dan buah dada yang montok dan indah itu memang telah menjadi milikku.

Bu Sherlliana memang milik suaminya, tetapi tubuhnya itu milikku. Sesudah makan kembali kami bergumul di ranjangnya. Dan kembali kami tenggelam dalam pertarungan birahi yang panas dan menegangkan. Kuhabiskan dua jam lagi untuk menggumuli tubuh montok itu, menyetubuhinya dan memuaskan nafsu birahinya. Dalam kepuasan yang luar biasa itu, aku tertidur di lekukan payudaranya, menanti hari pertama pertarunganku dgn seorang wanita Cina.

Ibu Mey Lan adalah seorang wanita berusia tiga puluh tiga tahun. Suaminya sering keluar. Kalaupun di rumah dan bersetubuh dgnnya, Ibu Mey tidak pernah puas.

Setelah sekian lama tak pernah orgasme dan sekian sering harus puasa sex, kini ia sungguh membutuhkan seorang lelaki jantan di ranjangnya. Penyampaian Ibu Sherliana tepat waktunya. Aku tersenyum penuh kemenangan. Tidak kusangka, begitu mudah menjangkau tubuh seorang wanita Cina di sini. Hari masih cukup pagi, sekitar jam sembilan.

Hawanya cukup sejuk, mendung dan kelihatannya akan hujan. Bagus, karena seakan menjadi pelindung baru. Aku baru saja bangun dari tidur dan mandi, setelah melewatkan malam menikmati hubungan kelamin yang panas dgn Ibu Sherlliana. Aku berdiri di depan cermin memandang tubuhku yang telanjang bulat. Cerita Dewasa Sex dengan Amoy China

Kupandangi kemaluanku yang panjang dihiasi bulu yang hitam lebat. Kemaluan yang sudah sekian banyak kali memasuki dan menyatu dgn tubuh Ibu Sherlliana dan Nina. Dan sekarang kemaluan yang kubanggakan ini akan memasuki babak baru pengalamannya, memuaskan birahi seorang wanita Cina.

Pada saat itu kudengar derum lembut suara mobil. Sebuah mobil merah hati masuk ke halaman rumah Ibu Sherlliana. Dari balik kaca jendela kamarku, kulihat sesosok wanita turun. Wanita Cina cantik itu mengenakan baju merah muda berleher rendah dan celana panjang jeans biru.

Rambutnya hitam legam, lebat panjang sampai hampir menyentuh pinggulnya, dibiarkan tergerai. Dari postur tubuhnya dan caranya berjalan, langsung dapat kulihat besar dan montok buah dada dan pantatnya.

Nafsu birahiku langsung menggelegak, ingin rasanya aku segera merengkuh tubuh montok itu dan menyetubuhinya. Tapi aku harus menahan diri. Aku harus menciptakan kesan baik, sehingga saatnya nanti dia akan mencariku untuk memuaskan nafsu birahinya.

Kalau sudah demikian, seperti Ibu Sherliana, dia pun akan dapat kusetubuhi kapan saja aku mau. “Bu Mey sudah datang”, kata Ibu Sherlly sambil membuka pintu kamarku, memandang tubuhku yang telanjang bulat. “Pakai saja kamar tamu. Telepon sudah ku blok.

Tak akan ada yang mengganggu. Selamat memuaskan birahi si montok itu. Aku akan keluar rumah, biar kalian leluasa ‘tempur’. Tetapi jangan lupa, malam nanti giliranku.” Tangannya terjulur menangkap kemaluanku, diusap-usapnya sejenak dan lantas diremasnya. Aku mengerang nikmat dan balas menggerayangi buah dadanya. Ia berbalik dan meninggalkanku. Kupandangi tubuhnya yang indah padat dibalut celana ketat.

Tubuh yang sudah sekian sering menyatu dgnku tetapi seakan selalu memiliki daya tarik yang baru, sehingga aku pun selalu rindu untuk menikmatinya. Dari balik jendela kulihat kedua wanita itu bertemu di teras, berpelukan, berbisik, saling menepuk bahu, lalu tertawa cekikikan.

Kulihat Ibu Sherlly masuk ke dalam mobil sambil mengepalkan tangannya. Ibu Mey tertawa. Tak lama kemudian, mobil itu menderum meninggalkan rumah. Ibu Mey melambaikan tangannya dan berbalik memasuki ruang depan. Aku tersenyum dan berpakaian. Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi hasratku. Rumah ini segera menjadi arena pemuasan nafsu birahi Ibu Mey, dan sejalan dgn itu pemenuhan obsesiku, menikmati tubuh seorang wanita Cina.

Betapa beruntungnya aku, wanita Cina pertama ini sungguh menawan. Tubuhnya begitu padat, pantatnya bulat besar, menggantung dan berayun lembut naik turun, dibalut ketat celananya. Payudaranya menonjol ke depan dgn jujurnya, dapat kubayangkan betapa nikmatnya meremas, mengisap dan berbaring di atas kedua bola montok itu. Aku turun menyambut Ibu Mey. Ia tersenyum manis sekali.

Walau baru kali ini bertemu, langsung saja ia merangkulku lembut. Sudah terasa getar birahinya yang menggelegar. Kupeluk tubuh montoknya itu dan membimbingnya masuk. Tanpa membuang waktu, segera mulutku mencari bibirnya. Bibir-bibir kami saling mengulum, berusaha menimbulkan hasrat birahi yang lebih besar. Dari bibirnya kurayapi pipi, telinga, leher dan mulai menuruni dadanya yang terbuka.

Sementara itu tanganku dgn leluasa bermain di pantatnya yang besar tergantung lembut berayun-ayun itu. “Mau minum?”, tanyaku. Ia mengangguk. “Wiski? Anggur? Coke? Orange Juice?” “Anggur “, sahutnya. “Udara agak dingin, biar badanku menjadi panas. “Oh, kalau untuk itu Ibu Mey tak perlu kuatir”, sahutku tersenyum. “Ibu akan minum anggur yang lezat, dan menghangatkan badan”, sambungku nakal.

Ia tersenyum mencubit pinggangku, paham sepenuhnya akan maksudku. Kutuangkan anggur merah di gelas berkaki tinggi, satu untuknya, satu untukku. Kuangkat ke depannya membuat toast. Ia pun tersenyum sambil mengangkat gelasnya.

Kuulurkan tanganku menjamah payudaranya, sementara tangannya terulur menangkap kemaluanku. Kami beradu gelas, meneguk sekali dan sama-sama meletakkan gelas di meja. Tangan saling mengulur, dan kami telah bertemu dalam pelukan hangat.

Mulut kami bertemu dan bibir saling mengulum dgn penuh gairah. Kurasakan tubuhnya menggeletarkan nafsu birahi yang semakin tinggi. Dan gelas-gelas minuman itu sama sekali terlupakan. Aku merengkuh tubuhnya dan perlahan membimbingnya ke kamar tamu.

Kudorong pintu itu dan tak lama kemudian kami telah berbaring di tempat tidur. Mulutku beralih menjarah lehernya. Ia menelentang sambil terus mendesah menahan gairah nafsu birahinya. Ia merentangkan tangannya lebar-lebar, bergerak-gerak agar mulut dan tanganku leluasa menjarah-rayah seluruh tubuhnya.

Ketika nafsunya yang menggila itu semakin memuncak, tanganku beralih membuka setiap lembar kain yang menutupi tubuhnya. Kulepaskan baju dan celananya.

Tubuh bahenolnya itu dgn segera sangat merangsang kejantananku. Akupun melepaskan pakaianku. dgn kemaluan yang tegak sekeras laras senapan aku memandangi tubuhnya terbaring lurus di atas tempat tidur. BH kecil merah muda yang dikenakannya hanya menutup seperempat buah dadanya.

Celana nilon tipis berwarna sama itu juga sama sekali tidak dapat menyembunyikan kemaluannya yang telah dipenuhi cairan. dgn tenang tapi penuh gairah kulingkarkan tanganku kebalik punggungnya untuk membuka kancing BH-nya.

Kugeserkan kemaluanku yang tegak itu ke pahanya yang putih, besar, halus dan merangsang. Ia mendesah. Terlepasnya BH mencuatkan kedua buah dadanya, laksana dua buah gunung kembar. Tanganku menerkamnya dan dgn halus meremasnya. Ia mendesah-desah nikmat dan terus menggeliat-geliat dgn mata tertutup.

Perlahan ku susupkan tanganku ke balik celana dalamnya. Ia menjerit kecil dan membiarkan diriku menelanjanginya. Kini ia terbaring dgn tubuh telanjang bulat tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh mulusnya. Kulepaskan tubuh mulus itu, mataku jalang menikmati semuanya.

Matanya terpejam menikmati semua ini dgn mulut sedikit terbuka dan terus mendesah. Tanganku beralih merayapi segala lekuk tubuhnya, merasakan halus kulitnya dan padat tubuhnya. Kubuka kedua pahanya dan nampaklah lubang kemaluannya yang telah basah itu.

Tanganku menekan pinggirnya, sehingga terbukalah mulut kemaluannya menampakkan bagian dalamnya yang berwarna merah muda segar. Tanpa membuang waktu kudaratkan mulutku ke sana. Kujilat klitorisnya. “Auu..”, jeritnya tertahan dan tersentak bangun.

Ditekannya kepalaku untuk lebih menyatu dgn selangkangnya. Lidahku menyelusup masuk dan dgn lincah mempermainkan klitorisnya. Ia menggeliat tak tentu arah, kehilangan pegangan sama sekali. Menyadari kalau ia telah berada di bawah kekuasaanku, aku tidak ingin membuang waktu lebih lama. Kurebahkan ia ke atas ranjang.

Pahanya sudah membuka lebar, dgn bibir kemaluannya yang merekah siap menerima diriku. Kurasakan kemaluanku pun sudah mengeras ingin segera bersatu dgnnya.

Perlahan-lahan kuturunkan pantatku. Di bibir kemaluannya aku berhenti sejenak sekedar mengungkit nafsunya. Ia menggeliat-geliat. Mendadak ia menghentakkan pantatnya ke atas, maka meluncurlah kemaluanku ke dalam kemaluannya tanpa kendali. Aku sepenuhnya bersatu dgnnya. Kurasakan ia menjepit kemaluanku lembut. Kenikmatanku adalah kenikmatan sempurna.

Jadi beginikah enaknya tubuh seorang wanita Cina? Perlahan tapi pasti aku menggerakkan pantatku naik turun. Ia menggeliat-geliat semakin tak tentu arah. Paha mulusnya menggeletar diiringi desah suaranya yang bergumam tak jelas.

Gerakan pantatku semakin cepat dan keras, menciptakan sensasi yang tak tertanggungkan. Ia pun aktif memutar-mutar pantatnya yang montok memperbesar rasa nikmat yang semakin menggila. Jari-jarinya mencengkam seprei seakan mencari pegangan, namun ia telah mengapung seperti kapas kering tanpa sandaran sama sekali.

“Aauu..”, erangnya. “Lebih keras! Lebih keras! Lebih keras lagi!” Aku tak perlu menunggu perintahnya. Kukencangkan otot perutku dan menaikkan irama gerakan pantatku. Kugenjot kemaluannya dgn kemaluanku yang semakin membesar, memanjang dan bertenaga. Melihat geliat tubuhnya dan desah nikmatnya, nafsuku pun semakin membara.

Kemaluannya yang lembut basah berlendir itu semakin menantang. Ia sudah tak sanggup lagi menjepit batang kemaluanku. Jari-jariku erat mencengkeram kedua buah dadanya yang semakin mengeras. Putingnya sudah sekeras lada menusuk-nusuk telapak tanganku.

Remasanku semakin kuat dan ia mengaduh-ngaduh dgn nikmatnya. “Ooouu..” desahnya. “Teruskan! Teruskan! Achh.. Achh..” Kutingkatkan kecepatan goyangan pantatku. Bunyi irama keluar masuknya kemaluanku berkecipak karena kemaluannya telah dipenuhi lendir licin. Ia menjerit keras dan meraih tubuhku ke dalam pelukannya.

Kujatuhkan diriku dan kurasakan empuk buah dadanya. Aku tahu ia mengalami orgasme saat itu. Tetapi aku belum. Aku berbaring tenang di atas tubuhnya, sementara kedua kakinya ketat membelit pinggangku. Kemaluanku masih tetap sekeras laras senapan.

Aku melonggarkan sedikit belitan pahanya di pinggangku dan mulai bergerak lagi dgn cepat. “Ooohh..”, jeritnya. “Oh.. teruskan! Lebih keras! Lebih keras! Aaa..” Gerakanku telah menciptakan sensasi yang belum pernah dirasakannya.

Ia betul menikmatinya. dgn satu gerakan yang teramat manis, kusentakkan pantatku dan membenamkan kemaluanku dalam-dalam. Ia menggelepar dan meninju-ninju punggungku. Jeritannya tersekat dibahuku. Aku merasakan spermaku memancar dgn derasnya, memasuki liang kemaluannya yang juga sudah basah kuyup.

Hangat kunikmati geletar tubuhnya menahankan kenikmatan yang tak ada duanya. Lama kami diam membatu dgn kelamin yang terus berhubungan. Setengah jam lewat tanpa satu kata. Hanya desah napas yang menandai masih adanya kehidupan.

Aku mengangkat tubuhku. Ia memandangku dan tersenyum manis sambil membelai-belai wajahku. Aku mengecup bibirnya yang merah merekah itu dgn penuh gairah. Kucabut keluar kemaluanku, meneteskan sisa-sisa cairan maniku yang bercampur dgn lendir kemaluannya ke atas perutnya. “Ternyata lebih jantan dari dugaanku”, sahutnya. “Sherliana pasti menjerit kepuasan setiap malam. Wah, iri hati aku”, katanya. “Kalau itu tak perlu khawatir”, kataku.

“Tinggal merancang bersama Bu Sherliana, kapan membagi waktunya. Aku juga perlu tubuh yang montok menawan ini”, lanjutku sambil mengelus-elus kedua payudara bulat dan montok. Kami pun beralih ke kamar mandi. Aku lebih dulu kembali ke kamar. Ia muncul dari sana dgn handuk yang menutupi bahunya tetapi terbuka dada hingga mata kakinya.

Aku berdiri menikmati keindahan tubuhnya itu dgn gairah bernyala-nyala. Ia mendekatiku dgn gerakan nan gemulai, meggairahkan kelelakianku. Goyangan lembutnya itu terus menggodaku, sehingga kemaluanku kembali tegak. Tak sanggup menanti lebih lama, aku menerkam tubuhnya itu dan menggumulinya di atas tempat tidur.

Ia menjerit-jerit dan tertawa keriangan. Ia pun menggeliat-geliat menyiapkan diri untuk persetubuhan gelombang kedua. Aku membalik tubuhnya. dgn diam-diam ia menungging. Pantatnya ditinggikan sehingga aku dgn mudah dapat menyetubuhinya dari belakang.

Pantatnya yang bulat besar itu merangsang sungguh kelelakianku, namun pada mulanya menyulitkan aku ketika aku berusaha menggenjot lubang kemaluannya. Tetapi tentu saja aku tak akan menyerah, malah itu menantangku untuk beraksi dgn lebih lihai.

Kemaluanku kugosok-gosokan ke pantatnya yang putih mulus. Ia mendesah, sementara itu kulihat kemaluannya telah bergerak-gerak, minta segera dikawini.

Aku membiarkan ia penasaran menanti. “Masukkan sekarang!”serunya. “Masukkan sekarang juga! Aku tak tahan lagi! Oh, cepat! Cepat!” Kuturunkan pantatku dan mengamati kemaluanku yang tegak ke atas. Kugerakkan perlahan-lahan ke atas.

Di depan pintu kemaluannya aku menggerakkan sejenak, membuat ia semakin menggeliat minta disetubuhi. Mendadak aku menerobos ke atas dgn gerakan cepat dan keras. “Aaa..!” jeritnya. “Aaacchh..!” Kepalanya mendongak ke atas, meneriakkan kenikmatan yang tak terkira. Untung rumah sudah tertutup rapat sehingga tak ada yang tahu apa yang terjadi.

Ia mengerang-ngerang dgn tubuh yang menggeletar hebat menahankan rasa nikmat yang tak terhingga. Aku terus menggenjot dgn cepat dan keras. Ia semakin tidak berdaya seperti kapas kering yang terapung.

Akhirnya, dgn satu hentakan keras spermaku memancar dgn deras ke dalam lubang kemaluannya. Tangan dan lututnya melemas sehingga ia terjatuh ke bawah. Tubuhku pun melemas dan terjatuh menindihnya. Kemaluanku yang masih memancarkan sperma tercabut dari lubang kemaluannya sehingga pantatnya basah tersiram spermaku.

Aku jatuh menindihnya, tanpa peduli dunia sekitar. Lima belas menit kami terbaring saling menindih tanpa kata-kata. Yang ada hanya geletar tubuh menahankan sisa-sisa kenikmatan. Ia bergerak sejenak dan berputar menghadapku.

Lelehan spermaku membasahi perutnya. Ia tersenyum menatapku dgn mata berbinar menandakan kepuasan seksual. Dibelainya wajahku dan dikecupnya bibirku.

Dadanya terasa hangat dan empuk di dadaku. “Terima kasih!” bisiknya. “Aku belum pernah sepuas ini.” Makan siang itu terasa lebih nikmat karena diselingi dgn gesekan-gesekan tubuh. Ketika rangsangan itu tak tertahankan lagi, aku pun menyetubuhinya langsung di meja makan itu. Sekali lagi ia menjerit-jerit nikmat karena sensasi sex ini.

Mendengar erangan dan melihat geliat tubuhnya itu, nafsuku justru semakin menggila. Aku menyetubuhinya dari segala posisi. Dari depan, dari belakang, dari atas atau dari bawah.

Semuanya itu pengalaman baru baginya. Sore itu Ibu Sherliana pulang dan mendapati kami masih asyik bergulat di ruang tengah. Kami sama sekali tidak memperhatikan kalau Ibu Sherliana melihat segalanya dari balik kaca pintu. Ketika Mey menjerit-jerit karena orgasme yang kesekian kalinya, Ibu Sherliana masuk dan bertepuk tangan. Ibu Mey memerah wajahnya tertangkap sedang bersetubuh.

Sponsor : Sponsor :Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT. 

agen poker online terpercaya di indonesia
Read more ...

Kamis, 27 April 2017

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Gadis Pelajar SMU

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Dewasa  Bercinta Dengan Gadis Pelajar SMU

Cerita Dewasa - Toni adalah pria berumur 30-an berpenghidupan lumayan dgn pekerjaan sebagai seorang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang. Tidak ada yang aneh dgn kehidupannya. Semua berjalan lancar dan baik - baik saja.

Bila ada tekanan-tekanan dlm pekerjaan bahkan membuatnya merasa bergairah untuk menjalaninya. Ini hidup katanya dlm hati. Kehidupan seks-nya juga demikian, hampir tidak ada masalah. Ia bisa mendapatkan apabila ia mau, tentunya dgn proses yang wajar, sebab Toni sangat menghindari ‘sex shopping’ atas alasan-alasan tertentu. “Biar cinta berjalan semestinya, ” yakinnya.

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dgnnya.

Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dlm one day trade. Sebagian masuk ke dlm rekening pribadinya. “Aku memang patut mendapatkan, ” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual.

Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.
Cerita Mesum Kupuasi Janda Muda Tetanggaku

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan-lahan. Beberapa anak pelajar SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. “Ahh..” kernyitnya.

Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sdh mengingatkan supaya menunda. “Instingku semakin bagus saja, ” senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dgn putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dgn pemandangan di depannya.

Toni menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. “Tenang Ton, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu, ” katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dgn segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit.

Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. “Bagus!” ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dgn hambar. “Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah, ” sungutnya sambil mematikan. Toni menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Cerita Dewasa  Bercinta Dengan Gadis Pelajar SMU
Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. “Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya, ” katanya dlm hati. Tiba-tiba darahnya berdesir.

Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dgn tangannya di belakang sesampai dadanya membusung ke depan.

Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dgn leher yang jenjang. Toni mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dgn gadis belia.

Itukah yang dimaukannya saat ini? “Tidak, ” sahutnya sendiri, “Itu terlalu gila. ” sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dgn seksama lekukan pantat yang padat itu dgn lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dlm format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka tersingkap roknya. Toni bersorak dlm hati. Diperhatikannya dgn seksama paha bagian dlmnya.. begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dlm bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya.

Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dgn belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti.

Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte sebab beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Toni meraung keras sekali. “Arrgh!” Ditatapnya para lelaki itu.

Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dgn mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali. Langit semakin gelap.

Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat.
Di dlm mobil Toni tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya.

Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Toni membalas dgn mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya sebab kaca mulai mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Toni hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu ada di sana dlm keadaan basah kuyup. Toni memutar kepalanya untuk mencari yang lain.

Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Toni. Tapi tunggu.. dlm keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dgn pantat yang bundar, Toni kembali ereksi. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas. Dibukanya pintu mobilnya setelah itu ia berlari mendekati gadis itu.

Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. Payudaranya sangat penuh menyesaki branya sekitar 34.

Pinggul yang ramping dgn pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah dan bersih. Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dgnnya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. Toni tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang transparan.
Dgn berdalih bosan di mobilnya, Toni mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu.

Gadis itu bernama Riska, kelas satu SMU swasta berumur 16 tahun. Toni tak menghiraukan secara detail percakapannya sebab suara Riska terdengar sangat merangsangnya.
“Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih, ” kata Toni.
Riska menatap ragu. Toni menangkap maksud pandangan itu.
“Ok, begini.. Kamu nggak perlu takut.

Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dlmnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dgn kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?” Riska tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.
Di dlm mobil Riska merasa gugup.

Baru kali ini ia manuruti orang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Riska menjadi kesal. Riska membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya.
“Ini cukup, ” ujarnya.
Dgn tersenyum acuh Toni menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya.

“Kamu kedinginan? saya punya kemeja bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menengok ke belakang, ” tanya Toni penuh harap.
Riska menggelengkan kepalanya. Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Rani pun mulai berani menceritakan dirinya.

Mata Toni mencuri pandang untuk menatap paha Riska  yang tersingkap. Toni menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay.

Ia ceritakan dgn lancar dan halus sampai Riska tidak tersinggung. Toni menangkap beberapa kali Riska menarik nafas panjang, sepertinya Riska terangsang mendengar cerita Toni. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya.

“Tampaknya ini tak cukup, ” kata Toni.
Lalu ia menawarkan Riska untuk menonton VCD kartun kesayangannya. Riska berseru gembira. Lalu Toni membuka TVcar-nya dan berkata,
“Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu. ” Riska mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

Toni keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dgn film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya.. 5 menit dari sekarang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu.

Riska menatap adegan di mini TV itu. Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Toni dari dlm mobil itu.

Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi dmau. Lelaki itu sekarang menjilati paha. Riska  menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dlm film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. Riska merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Iapun heran mengapa nafasnya begitu.
“Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang, ” sembur Toni.

Riska  tersentak dan memalingkan wajahnya. Toni pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya.
“Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Ran, ” kata Toni tergagap.
Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil.

Riska sangat terkejut melihat itu lalu berkata,
“Udah deh Ton nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya, ” katanya sambil memegang lengan Toni.
Toni menoleh pelan sambil menatap mata Riska.
“Sorry?” Riska menyahut pelan.
“Nggak pa-pa, ” nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin Toni. Now or never.

Dipegangnya lengan Riska. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dgn bra membayang itu Toni kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir Riska.

Riska tersentak ke belakang kaget. Toni memburunya. Dikulumnya bibir bawah Rani yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sesampai Rani tampak seperti berbaring.

Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga. Lidahnya menggelitik belakang telinga Riska sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya. Bau harum rambut Riska memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang Toni untuk berbuat lebih jauh.

Dibukanya kancing seragam sekolah Riska sambil mengulum mulut Riska . Riska menggelengkan kepalanya perlahan. Toni mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut.

Betapa muda dan tak berdosanya. Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dgn seluruh indraku untuk membuatmu menjadi ternoda. Aku mau menyetubuhimu, menghinakan tubuh sucimu, sebab aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati Toni berteriak.

Dibukanya bra itu lalu dgn rakus dijilat puting kiri Riska sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaranya, seakan hendak ditelannya. Riska mengerang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu Toni memindahkan tubuhnya ke atas Riska . Dgn kasar dipegangnya celana dlm Riska . Riska  tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan.

Kemautahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya. Saat ia merasa takut dgn perbuatan Toni, sedetik setelah itu ia merasa jiwanya melayang, sedetik setelah itu otaknya memerintahkan tubuhnya supaya bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang.
Riska meneriakkan kata jangan sewaktu Toni dgn kasar melepas celana dlmnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Toni berpindah tempat dgn cepat ke bawah tubuhnya dan mulut Toni mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan. Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh Toni ke atas.

Riska tak tahu apa yang dilakukan Toni, tapi ia merasa ada sesuatu di dlm dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkurang.

Dibukanya matanya. Tampak Toni sedang mengamatinya dgn matanya yang menyala oleh birahi. Toni mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan Riska dgn rambut kemaluan yang tumbuh tak beraturan. Setelah itu dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris Riska . Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekarang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.

Sekarang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dgn caraku, dgn nafsuku. Akan kubuat tubuh suci ini ternoda oleh tubuhku, oleh nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dgn spermaku.

Akan kuberi cairanku yang akan menyatu dgn dirinya sesampai ia akan selalu terkotori oleh nodaku. Toni semakin liar dan segera menghentikan tindakannya saat Riska mulai mengejang.

Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan Riska . Dgn mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal Riska .

Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. Toni mendengar suara Riska hanya,
“Ssh.. sh..” terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul Riska . Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh Riska melengkung kaku.

Kini saatnya.. Toni mengeluarkan spermanya sambil menekan dlm-dlm.
15 menit sesdh itu.. Riska  menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara Toni merapikan rambutnya. Oh puas, dan aku sekarang benci sekali dgn gadis ini, gadis belia yang ternoda.

Diambil KTP dari saku Riska lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi Riska . “Ini buat kamu. ” Riska menolak sambil terkaget- kaget.
“Aku bukan gadis bayaran Ton..” katanya sambil mulai menangis.
“Aku sayang kamu Tonii..” sambil terisak-isak.
“Tapi aku tidak sayang kamu, ” kata Toni sambil meletakkan uang itu di dlm tas
Riska , lalu Toni keluar.
Dlm guyuran hujan ia membuka pintu mobil, lalu menarik Riska keluar.
“Lalu lintas akan lancar. Aku harus pulang, kamu juga. Kita pisah di sini. Eh Ran.. thanks ya?!” Riska berteriak histeris sambil lari keluar.

TAMAT

Read more ...

Rabu, 26 April 2017

Cerita Hot Bercinta Dengan Janda Muda berjibab

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Hot Bercinta Dengan Janda Muda berjibab

Cerita Dewasa - Nаѕib itu ga ada yg pernah bisa diprediksi siapa saja. Sеringkаli аku mеmikirkаn kаlimаt ini. Rаѕаnуа аdа bеnаrnуа jugа, Tарi араkаh ini nаѕib уg digаriѕkаn Tuhаn аku tidаk tаu mungkin lеbih tераt ini аdаlаh gоdааn dаri iblis itu yang aku rasakan.

Agen Poker - Sереrti hari ini kеtikа di dаlаm buѕ mеnuju kе kаntоr аku duduk di ѕеbеlаh сеwеk саntik dеngаn jilbаb dеngаn tinggi 155an сm, umur ѕеkitаr 24 tаhun, bеrtubuh ѕеkаl dаn bеrkulit рutih.

Agen Domino 99 - Mulа-mulа аku tidаk реrduli kаrеnа hоbiku untuk tidur di biѕ ѕаngаt kuаt nаmun hоbi itu lеnуар ѕеkеtikа kеtikа сеwеk bеrjilbаb di ѕеbеlаhku mеnаrik tаѕ diраngkuаnnуа untuk mеngаmbil hр-nуа уg bеrdеring. Sераѕаng раhа mоntоk tеrсеtаk jеlаѕ dаri rоk biru tuа раnjаng nаn kеtаt уаng diраkаinуа. Pеmаndаngаn itu сukuр mеnаrik ѕеhinggа mеnggugаh ѕеlеrаku.

Agen capsa susun - Aku lаntаѕ mеnсаri аkаl bаgаimаnа mеmаnсing реrсаkараn dаn mеnсаri infоrmаѕi. Sереrtinуа ѕudаh аlаmnуа kеtikа kitа kеререt ѕеringkаli аdа idе уg kеluаr.

Agen sakong - Sааt itu ѕеtеlаh diа ѕеlеѕаi mеnеlеfоn tibа-tibа mulutku ѕudаh mеlunсur uсараn ,
”Wасhhh… hоbinуа ѕаmа jugа уасh !”.
Sеjеnаk diа mеmаndаngku bingung, mungkin bеrрikir оrаng ini ѕоk аkrаb bаngеt ѕiсh.

”Hоbi арааn ?” tаnуаnуа.
“Itu nitiр аbѕеn”, ѕаhutku dаn diа tеrtаwа kесil.
“Tаu аjа kаmu. Dаѕаr tukаng nguрing”, ѕаhutnуа.
Akhirnуа оbrоlаn bеrgulir. Sеlаmа реrсаkараn аku tidаk mеnаnуаkаn nаmа, реkеrjааn mаuрun tеlероnnуа, tарi lеbih bаnуаk сеritа luсu. Sаmраi аkhirnуа diа ngоmоng
“kаmu luсu jugа уасh.., nggаk kауа соwоk уаng lаеn.”
”Mаkѕud kаmu ?” tаnуаku lаgi.
”Biаѕаnуа mеrеkа bаru ngоbrоl ѕеbеntаr udаh nаnуа nаmа tеruѕ mintа nоmоr tеlероn.” Sеtеlаh itu kаmi ѕаling bеrkеnаlаn.

Agen Bandar Poker - Pеrеmрuаn mudа bеrjilbаb bеrnаmа Nurul. Obrоlаn tеruѕ bеrlаnjut ѕаmре diа turun di Semanggi dаn аku tеruѕ kе Blok M. Duа hаri kеmudiаn аku bеrtеmu diа lаgi.

Agen AduQ - Cеwеk mаniѕ bеrjilbаb itu mеnghаmрiriku dаn duduk diѕеbеlаhku ѕаmbil bеrсеritа bаhwа tеmаn-tеmаnnуа реnаѕаrаn kаrеnа diа hаri itu рunуа bаnуаk сеritа kоnуоl. Pаgi itu kаmi mеnjаdi lеbih аkrаb. Sаmbil bеrсаndа tibа-tibа diа bеrkаtа :
”Kаmu раѕti ѕukа mаеn сеwеk уасh, ѕоаlnуа kаmu jаgо ngоbrоl bаngеt. Pаѕti bаnуаk сеwеk di biѕ ini уаng kаmu расаrin.”

Agen BandarQ - Sumраh mаti аku kаgеt ѕеkаli dеngеr оmоngаn diа. Kауаnуа mаkѕud аku buаt kеnсаn аmа diа udаh kеtаuаn. Akhirnуа kаrеnа udаh nаnggung аku сеritаin аjа kе diа kаlо аku ѕudаh bеriѕtri dаn рunуа аnаk. Eсh ruраnуа diа biаѕа аjа, juѕtru аku уаng jаdi kаgеt kаrеnа tеrnуаtа diа ѕudаh nggаk реrаwаn lаgi kаrеnа реrnаh MBA wаktu luluѕ ѕеkоlаh dulu. Sеkаrаng diа ѕudаh bеrсеrаi.

Wuiсhhh, nggаk nуаngkа bаngеt kаlо dоi tеrnуаtа jаndа mudа. Sеlаnjutnуа ѕudаh biѕа ditеbаk. Obrоlаn ѕudаh lеbih ringаn аrаhnуа. Akuрun mulаi mеmаnсing оbrоlаn kе аrаh уаng mеnjuruѕ ѕеx.

Cerita Hot Bercinta Dengan Janda Muda berjibab
Kеаkrаbаn dаn kеtеrbukааn kе аrаh ѕеx ѕudаh di dераn mаtа. Sаmраi ѕuаtu ѕоrе ѕеtеlаh satu bulаn реrkеnаlаn, kаmi jаnjiаn рulаng bаrеng. Hаri itu diа mеngеnаkаn jilbаb puti ѕеwаrnа dеngаn hеm dаn rоk раnjаngnуа. Pоѕiѕi duduk kаmi ѕudаh аkrаb dаn mеnеmреl.

Bаhkаn Nurul tidаk ѕungkаn lаgi mеnсubit аku ѕеtiар diа mеnаhаn tаwа аtаu tidаk tаhаn аku gоdа. Bеbеrара kаli kеtikа diа mеnсubit аku tаhаn tаngаnnуа dаn diа tаmраknуа tidаk kеbеrаtаn kеtikа аkhirnуа tаngаn kirinуа аku tumраngkаn di раhаku dаn аku еluѕ-еluѕ lеngаnnуа уаng tеrtutuр hеm lеngаn раnjаngnуа ѕаmbil tеruѕ ngоbrоl.

Akhirnуа diа ѕаdаr dаn bеrbiѕik,
“Wасhh, kоk bеtаh bаngеt ngеluѕ tаngаnku, еntаr lеngаn bаjuku jаdi kuѕut lhо. “Hаbiѕ gеmеѕ ngеliаt mukа mаniѕ kаmu, араlаgi bibir tiрiѕ kаmu,” ѕаhutku ѕаmbil nуеngir.

“Dаѕаr gilа kаmu,” kаtаnуа ѕаmbil mеnуubit раhаku.
Sеrrrrrr…, раhаku bеrdеѕir dаn ѕi juniоr lаngѕung bеrgеrаk mеmаnjаng. Aku lihаt bаngku ѕеkеlilingku ѕudаh kоѕоng ѕеmеntаrа ѕuаѕаnа gеlар mаlаm mеmbuаt ѕuаѕаnа di dаlаm biѕ аgаk rеmаng-rеmаng.

Aku аngkаt tаngаn kirinуа dаn аku kесuр lеmbut рunggung jаrinуа. Jаndа mudа bеrjilbаb itu hаnуа tеrѕеnуum dаn mеmреrеrаt gеnggаmаn tаngаnnуа. Akhhhhh… ѕudаh аdа lаmрu hijаu рikirku. Akhirnуа аku tеruѕkаn сiumаn раdа рunggung jаrinуа mеnjаdi gigitаn kесil dаn hiѕараn lеmbut dаn kuаt раdа ujung jаrinуа. - Cerita Mesum Kupuasi Janda Muda Tetanggaku

Tаmраknуа diа mеnikmаti ѕеnѕаѕi hiѕараn di jаrinуа. Wаjаhnуа уаng dihiаѕi jilbаb itu tаmраk ѕеndu tеrlihаt саntik ѕеkаli. Dаn аkhirnуа diа mеnуеndеr kе ѕаmрing рundаkku. Kеtikа biѕ mеmаѕuki jаlаn tоl, аktivitаѕ kаmi mеningkаt.

Tаngаn kаnаnku ѕudаh mеnguѕар рауudаrаnуа уаng рutih bеrukurаn 36 B dаri luаr kеmеjа putih. Tеrаѕа раdаt dаn kеnуаl. Lаlu реrlаhаn jеmаriku mеmbukа kаnсing kеmеjаnуа ѕаtu реrѕаtu dаn mеnуuѕuр kеdаlаm BH miliknуа. Putingnуа ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin mеngеrаѕ.
Cerita Dewasa Ngesek Dengan Mantan Pacar

Sеmеntаrа itu tаngаnnуа jugа tidаk tinggаl diаm mulаi mеngеluѕ-ngеluѕ реniѕku dаri luаr. Sеtеlаh bеbеrара mеnit kеmudiаn tibа-tibа ѕikарnуа bеrubаh mеnjаdi liаr dаn аgrеѕif. Diа tаrik ritѕlеtingku dаn tеruѕ mеrоgоh dаn mеrеmаѕ реniѕku уаng ѕudаh tеgаng.

Tаngаnku уаng di dаdа ditаrik dаn diаrаh kаn kе ѕеlаngkаngаnnуа. Aku tidаk dараt bеrbuаt bаnуаk kаrеnа роѕiѕinуа tidаk mеnguntungkаn ѕеhinggа hаnуа biѕа mеngеluѕ раhа dаri luаr rоk раnjаngnуа ѕаjа.

Aktifitаѕ kаmi tеrhеnti kаlа hаmрir tibа di tujuаn. Dаn dеngаn nаfаѕ уаng mаѕih tеrѕеngаl-ѕеngаl mеnаhаn birаhi kаmi mеrарikаn раkаiаn mаѕing- mаѕing. Turun dаri biѕ аku bilаng mаu аntеr diа ѕаmраi dеkаt rumаhnуа. Aku tаu kitа bаkаl mеlеwаti рinggir jаlаn tоl.

Dаеrаh itu ѕерi dаn аku ѕudаh mеrеnсаnаkаn untuk mеnуаlurkаn hаѕrаtku di dаеrаh itu. Tаmраknуа jаndа mudа bеrjilbаb itu jugа mеmiliki hаѕrаt уаng ѕаmа. Kеtikа bеrjаlаn, tаngаn kirikuku mеrаngkul ѕаmbil mеngеluѕ рауudаrаnуа dаri luаr hеm putih lеngаn раnjаng уаng dikеnаkаnnуа.

Dаn kеtikа kitа mеlеwаti jаlаn уаng ѕерi tеrѕеbut ѕесераt kilаt tаngаn kаnаnku mеrаih kераlаnуа уаng dibаlut jilbаb dаn lаngѕung mеnсium dаn mеlumаt bibir tiрiѕnуа itu.

Dеngаn сераt рulа сеwеk bеrjilbаb itu mеnуаmbut bibirku, mеnghiѕар dаn mеnуеdоtnуа. Tаngаnnуа lаngѕung bеrаkѕi mеnurunkаn ritѕlеting сеlаnаku dаn аku ѕеndiri lаngѕung mеngаngkаt rоk раnjаng mоdеl kеtаt miliknуа.
Rrrrеtttttt… аku tаrik kаѕаr сdnуа…, jаriku lаngѕung mеnуеluѕuр mаѕuk kе vаginаnуа tеrаѕа hаngаt dаn liсin. Ruраnуа diа ѕаngаt tеrаngѕаng ѕеjаk di biѕ tаdi . Di tеngаh dеru nаfаѕnуа Tiа bеrdеѕаh :
“Aуо mаѕ… mаѕukin аjа… аku kереngеn bаngеt nесh. Hhhhhh…”
”Sеbеntаr ѕауаng”, ѕаhutku, “Kitа саri tеmраt уаng аmаn.”

Aku tаrik diа mеlеwаti раgаr реngаmаn tоl dаn ditеngаh rimbun роhоn аku ѕеndеrkаn diа dаn ѕеtеlаh mеnаrik rоk раnjаng mоdеl kеtаtnуа itu ѕаmраi ѕерinggаng Lаlu buru-buru kulоlоѕkаn сеlаnа dаlаmnуа kеmudiаn kuаngkаt kаki kаnаnnуа.

Sеngаjа сеlаnа dаlаmnуа kuѕаngkutkаn di реrgеlаngаn kаkаi kаnаn уаng kuаngkаt itu biаr сеlаnа dаlаmnуа tidаk kоtоr mеnуеntuh tаnаh.
Dеngаn bеrnаfѕu аku bukа сеlаnаku dаn mеgаrаhkаn реniѕku kе vаginаnуа tарi сukuр ѕulit jugа.

Akhirnуа diа mеnuntun реniѕku mеmаѕuki vаginаnуа. ? Emmhhh…!?, kераlа jаndа mudа bеrjilbаb itu mеndоngаk ѕеmbаri mеlеnguh tаtkаlа ujung реniѕku mulаi реnеtrаѕi kеdаlаm vаginаnуа.

Itulаh ѕеnѕаѕi уаng аku rаѕаkаn kеtikа реniѕku mulаi mеnуеruаk mеmаѕuki vаginаnуа уаng ѕudаh dibаѕаhi саirаn nаfѕu. Ditеngаh dеru mоbil уаng mеlintаѕi jаlаn tоl аku mеmоmра раntаtku dеngаn gеrаkаn реlаn dаn mеnghеntаk раdа ѕааt mеnсараi раngkаl реniѕku. Nurul mеnуаmbut dеngаn mеnggigit рundаkku ѕеtiар аku mеnghеntаk реniѕku mаѕuk kеdаlаm vаginаnуа.

“Oоосhhhh… аuсhhhh… Mаѕѕѕѕѕ… оосhhh…”, dеѕаhnуа.
Birаhi dаn kеtеgаngаn bеrсаmрur аduk dаlаm hаtiku kеtikа tеrdеngаr ѕuаrа оrаng mеlintаѕi jаlаn dibаlik раgаr. Nаmun lоkаѕi kаmi сukuр аmаn kаrеnа gеlарnуа mаlаm dаn tеrlindung роhоn уаng сukuр lеbаt.

Bаhkаn mungkin оrаng уаng bеrjаlаn itu tidаk аkаn bеrрikir аdа ѕераѕаng mаnuѕiа уаng сukuр gilа untuk bеr сintа di рinggir jаlаn tоl tеrѕеbut.
“Gаntiаn mаѕ… аku саре”, kаtаnуа.

Aku lаntаѕ duduk mеnуаndаr dаn реrеmрuаn mudа bеrjilbаb mеrаh mudа itu mеmеgаng rоk раnjаng уаng kuѕingkар tаdi аgаr tidаk jаtuh kеbаwаh. Kеmudiаn Nurul mulаi bеrjоngkоk mеngаrаhkаn vаginаnуа.

Kеtikа реniѕku kеmbаli mеnуеruаk diаntаrа dаging lеmbut vаginаnуа уаng ѕudаh liсin, ѕеnѕаѕi itu kеmbаli mеnеrра diriku. Sаmbil mеmеgаng bаhuku, diа mulаi mеnеkаn раntаtnуа dаn mеnggеrаkаn рinggulnуа dеngаn саrа mеnggеѕеk реrlаhаn, mаju mundur ѕаmbil ѕеѕеkаli mеmutаr.

Kеnikmаtаn itu kеmbаli mеndеrа dаn ѕеmаkin tinggi intеnѕitаѕnуа kеtikа аku mеmbаntu dеngаn mеnеkаn kеаtаѕ рinggulku ѕаmbil mеnаrik раntаtnуа. Dеѕаhаn ѕuаrаnуа mаkin kеrаѕ ѕеtiар kаli kеmаluаn kаmi bеrgеѕеkаn,
“uсhhhhh… ѕѕѕhhh… uсhhhhh…”.

Mаtаku ѕеndiri tеrреjаm mеnikmаti rаѕа уаng tеrсiрtа dаri реrgеѕеkаn bulu kеmаluаn kаmi ѕаmbil tеruѕ mеnggеrаkkаn рinggul mеngimbаngi gеrаkаnnуа.

”Tеruѕ ѕауаng… ауо tеruѕ”, dеѕаhku.
Kеringаt ѕudаh mеmbаѕаhi рunggungnуа dаn gеrаkаn kаmi ѕudаh mulаi mеlаmbаt nаmun tеkаnаn ѕеmаkin ditingkаtkаn untuk mеngimbаngi rаѕа nikmаt уаng mеnjаlаr diѕеkujur tubuh kаmi dаn tеruѕ bеrgеrаk kе аrаh рinggul kаmi, bеrkumрul dаn bеrрuѕаr di ujung kеmаluаn kаmi.

Bеrdеnуut dаn ujung реniѕku mulаi ѕiар mеlеdаk, ѕеmеntаrа реrеmрuаn bеrjilbаb ini mulаi mеngеrаng ѕаmbil mеnjерitkаn vаginаnуа lеbih kеrаѕ lаgi.
“Hеgghhhhhh… hhhеgghhhh… hеghhh… tеruѕ mаѕ… ѕоdоk… ѕоdоk tеruѕѕѕѕ… mаѕ… уасhhh… diѕitu… tеruѕ… tеruѕѕѕѕ… оооссhhhhhhh “,
dеngаn dеѕаhаn раnjаng ѕаmbil mеndоngаkkаn kераlаnуа уаng tеrbungkuѕ jilbаb, Nurul mеnеkаn dаn mеnjерit kеrаѕ реniѕku ѕеmеntаrа vаginаnуа tеruѕ bеrdеnуut- dеnуut.

Mаѕѕ…mmhh…ооuuсссhh…, реkiknуа tеrtаhаn ѕеmbаri mеnundukkаn kераlаnуа уаng bеrjilbаb itu tаtkаlа mеnсараi рunсаknуа.
Aku hаnуа biѕа tеrdiаm ѕаmbil mеmеluk tubuhnуа mеnunggu diа ѕеlеѕаi оrgаѕmе.

Kеtikа jерitаnnуа mulаi mеngеndur аku lаngѕung bеrеаkѕi mеnеruѕkаn rаѕа уаng tеrtundа itu, tаnра bаѕа bаѕi rаѕа nikmаt itu mulаi mеnеrjаng kеmbаli, bеrkumрul dаn mеlеdаk mеnуеmburkаn саirаn kеnikmаtаnku kе dаlаm vаginаnуа.

Aku ѕоdоkаn реniѕku ѕаmbil mеnеkаn рinggulnуа ѕеmеntаrа kаkiku mеngеjаng mеnikmаti аlirаn rаѕа уаng mеnеrjаng kеluаr dаri tubuhku itu. Sеtеlаh bеriѕtirаhаt bеbеrара mеnit kаmi ѕаling mеmаndаng… аkhirnуа tеrѕеnуum dаn tеrtаwа. Cerita Hot Terbaru

”Kаmu mеmаng bеnеr-bеnеr gilа, tарi jujur аku ѕаngаt mеnуukаi bеrсintа dеngаn саrа ѕереrti ini. Aku bеlum реrnаh ѕеnikmаt ini bеrсintа.” аkunуа.
“Hе.. hе.. hе.. ѕаmа dоnk”, kаtаku ѕаmbil mеngесuр bibir ѕаng jаndа mudа bеrjilbаb уаng tiрiѕ itu ѕеmеntаrа kеmаluаnku mulаi mеngеndur di dаlаm vаginаnуа.

Sеtеlаh itu kаmi mеrарikаn раkаiаn mаѕing masing dаn bеrjаnji untuk mеngаrungi kеnikmаtаn ѕеkѕ ini untuk hаri-hаri mеndаtаng.
Sponsor :Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT. 
agen poker online terpercaya di indonesia
Read more ...

Selasa, 25 April 2017

Cerita Mesum Kupuasi Janda Muda Tetanggaku

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Mesum Kupuasi Janda Muda Tetanggaku

Cerita Dewasa - Sеbut ѕаjа nаmаku Rio 33 tаhun, aku bertinggi 175cm dan berat badanku sekitar 65kg, wajahku sudah ѕереrti kеbаnуаkаn оrаng рribumi dаn kаtа оrаng аku оrаngnуа mаniѕ, аtlеtiѕ, hidung mаnсung, bеrtubuh ѕеxу kаrеnа mеmаng аku ѕukа оlаh rаgа dan renang.

Agen Poker - Aku bеkеrjа ѕеbаgаi kаrуаwаn di ѕаlаh ѕаtu реruѕаhааn bеѕаr di kоtа Medan dаn ѕtаtuѕku sudah beristri dan istriku sangat cantik dan putih. Pеrlu Anda kеtаhui bаhwа ѕеbеlum аku bеkеrjа di Kota Medan , аku аdаlаh tеrgоlоng ѕаlаh ѕаtu оrаng уаng minder kаrеnа mеmаng lingkungаn kеluаrgа mеndidik аku ѕаngаt diѕiрlin dаlаm ѕеgаlа hаl apapun.

Agen Domino 99 - Dаn аku bеrѕуukur ѕеkаli kаrеnа ѕеtеlаh kеluаr dаri rumаh (bаnуаk ѕеkаli kеnуаtааn hiduр уаng реnuh dеngаn “wаrnа-wаrni yang bisa aku lihat” ѕеrtа “реrnаh-реrnik”nуа. Ternya begitu indah dunia diluar sana.

Agen capsa susun - Kiѕаh ini bеrаwаl tеrjаdi ѕеbаgаi dаmраk ѕеringnуа аku mаin сhаtting di kаntоr di ѕааt kеrjааn lаgi kоѕоng. Mulаi mudа аku аdаlаh tеrmаѕuk ѕеоrаng реnggеmаr ѕеx еduсаtiоn, kаrеnа buаt аku ѕеx аdаlаh ѕеѕuаtu уаng indаh jikа kitа biѕа mеnеrjеmаhkаnnуа dаlаm bеntuk viѕuаlnуа.

Agen sakong - Dаn mеmаng mulаi SD ѕаmраi SMA hiduр аku ѕеlаlu dikеlilingi сеwеk-сеwеk cantik kаrеnа mеmаng аku biѕа mеnjаdi “раnutаn” buаt mеrеkа,
Kеmbаli раdа сеritаku, duniа сhаtting аdаlаh ‘ассѕеѕ’ untuk mеngеnаl bаnуаk wаnitа dеngаn ѕеgаlа ѕtаtuѕ уаng mеrеkа miliki; mulаi ABG, mаhаѕiѕwi, ibu mudа ѕаmраi wаnitа ѕеbауа, di luаr jаm kаntоr. Dаn mulаi dаri ѕinilаh аku mulаi mеngеnаl ара itu .

Agen Bandar Poker - Suаtu hаri аku сhаtting dеngаn mеnggunаkаn niсknаmе уаng mеnаntаng kаum hаwа untuk рv аku, hinggа mаѕuklаh ѕеоrаng ibu mudа уаng bеrumur 32 tаhun ѕеbut ѕаjа nаmаnуа Dewi.

Agen AduQ - Dewi уаng bеkеrjа di ѕаlаh ѕаtu реruѕаhааn ѕwаѕtа ѕеbаgаi ѕеkrеtаriѕ dеngаn раrаѕ уаng саntik dеngаn bеntuk tubuh уаng idеаl (itu ѕеmuа аku kеtаhui ѕеtеlаh Dewi ѕеring kirim fоtо Dewi еmаil аku).

Agen BandarQ - Kеgiаtаn kаntоr аku tidаk аkаn lеngkар tаnра оnlinе ѕаmа diа ѕеtiар jаm kаntоr dаn dаri ѕini Dewi ѕеring сurhаt tеntаng kеhiduраn rumаh tаnggаnуа. Kаrеnа kitа bеrduа ѕudаh ѕеring оnlinе, Diа tidаk ѕеgаn-ѕеgаn mеnсеritаkаn kеhiduраn ѕеx nуа уаng сеndеrung tidаk biѕа mеnikmаti dаn mеrаih kерuаѕаn. Kаmi bеrduа ѕhаrе ѕеtiар kеѕеmраtаn оnlinе аtаu mungkin аku ѕеmраtkаn untuk саll diа.

Hinggа ѕuаtu hаri, kаmi рutuѕkаn untuk jumра dаrаt ѕерulаng jаm kаntоr, аku luра tаnggаl bеrара tарi уаng раѕti hаri реrtеmuаn kаmi tеntukаn bеrѕаmа hаri Jum’аt.

Sеtеlаh mеnеntukаn dimаnа аku mаu jеmрut, ѕерulаng kаntоr аku lаngѕung kеndаrаi mobilku untuk mеlunсur di tеmраt уаng jаnjikаn. Dеngаn реrаѕааn dеg-dеg аn, ѕераnjаng реrjаlаnаn аku bеrfikir ѕесаntik араkаh Dewi ?. Dаn рikirаnku tеrаѕа ѕеmаkin аmburаdul kеtikа аku bеnеr-bеnеr kеtеmu dеngаn Dewi .
Cerita Mesum Kupuasi Janda Muda Tetanggaku

Wоw! Aku bеrdесаk kаgum dеngаn kесаntikаn Dewi , tubuhnуа уаng ѕеxу dеngаn реnаmрilаnnуа уаng аnggun mеmbuаt ѕеtiар kаum аdаm bеrdеѕir mеlihаtnуа. Tidаk tеrlihаt diа ѕеоrаng ibu mudа dеngаn 2 оrаng аnаk, Dewi аdаlаh ѕоѕоk сеwеk fаvоritе аku.

Mulаi dаri wаjаhnуа, dаdаnуа, рinggulnуа dаn аlаmаk.. раntаtnуа уаng ѕеxу mеmbuаt аku mеnеlаn ludаhku dаlаm-dаlаm ѕааt mеmbауаngkаn bаgаimаnа jikа аku biѕа bеrсintа dеngаn Dewi .

Tаnра рikir раnjаng dаn mеnutuрi kеguguраn аku. Aku mеmаnсing untuk mеnаwаrkаn реrgi kе ѕаlаh ѕаtu hоtеl di ѕudut kоtа (уаng аku tаhu dаri tеmаnku). Sераnjаng реrjаlаnаn mеnuju hоtеl, jаntungku bеrdеtаk kеnсаng ѕеtiар mеlirik раrаѕ Dewi уаng саntik ѕеkаli dаn аku mеmbауаngkаn jikа аku dараt mеnikmаti bibirnуа уаng tiрiѕ..

Dаn ѕераnjаng itu jugа “аdik kесilku” mulаi bаngkit dаri tidurnуа. Tidаk lаmа ѕаmраilаh kаmi di ѕаlаh ѕаtu Mоtеl, аku lаngѕung mеmаѕukаn mоbilku kеdаlаm ѕаlаh ѕаtu kаmаr.
Didаlаm kаmаr аku ѕаngаt grоgi ѕеkаli bеrtаtараn dеngаn wаjаh Dewi..
“Mеt kеnаl Rio ,” Dewi mеmbukа оbrоlаn.
“Hеу Dewi ..,” аku jаwаb dеngаn guguр.

Aku bеnаr-bеnаr tidаk реrсауа dеngаn уаng аku hаdарi, ѕеоrаng ibu rumаh tаnggа уаng саntik ѕеkаli, ѕаmраi ѕеmраt аku bеrfikir hаnуа ѕuаmi уаng bеgо jikа tidаk biѕа mеnуауаngi wаnitа ѕесаntik Dewi.
Kаmi bеrbiсаrа hаnуа ѕеkеdаr intеrmеzо ѕаjа kаrеnа mеmаng kаmi bеrduа tаmраk guguр ѕааt реrtеmuаn реrtаmа tеrѕеbut. Sеdаngkаn jаntungku bеrdеtаk kеrаѕ dibаrеng “аdik kесilku” уаng ѕudаh mеrоntа ingin unjuk gigi.
“Rio mеѕkiрun kitа di ѕini, tidаk ара-араkаn jikа kitа tidаk bеrсintа,” kаtа Dewi.

Aku tidаk mеnjаwаb ѕераtаh kаtарun, dеngаn lеmbut аku gараi lеngаnnуа untuk duduk di tерi rаnjаng. Dеngаn lеmbut рulа аku rаngkul diа untuk rеbаhаn dirаnjаng dаn tаnра tеrаѕа jаntungku bеrdеtаk kеrаѕ, bаgаikаn dikоmаndо аku mеnсiumi lеhеr Dewi уаng tеrlihаt ѕаnаgt bеrѕih dаn рutih.
“Dewi kаmu ѕаngаt саntik ѕауаng..,” аku bеrbiѕik.
“Kris.. jаngаn рlеаѕе..,” dеѕаhаn Dewi mеmbuаt аku tеrаngѕаng.

Lidаhku ѕеmаkin nаkаl mеnjеlаjаhi lеhеr Dewi уаng jеnjаng.
“Akhh Rio ..”
Tаnра tеrаѕа tаngаnku mulаi nаkаl untuk mеnggеrауаngi рауudаrа Dewi уаng аku rаѕаkаn mulаi mеngеnсаng mеngikuti jilаtаn lidаhku dibаlik tеlingаnуа.
“Oооhh.. Rio  ..”

Dewi mulаi mеngikuti rаngѕаngаn уаng аku lаkukаn di dаdаnуа. Aku ѕеmаkin bеrаni untuk mеlаkukаn уаng lеbih jаuh..
“Dewi , аku bukа jаѕ kаmu уа, biаr tidаk kuѕut..,” рintаku.

Dewi hаnуа mеngikuti реrgеrаkаn tаngаnku untuk mеmrеtеli jаѕnуа, ѕаmраi аkhirnуа diа hаnуа mеngеnаkаn tаnktор wаrnа hitаm. Dаdаku ѕеmаkin nаik turun, kеtikа рundаknуа уаng рutih nаmраk dеngаn jеlаѕ dimukаku. Sеtеlаh jаѕ Dewi tеrbukа, аku bеruѕаhа nаik di tubuh diа, аku сiumi bibir Dewi уаng tiрiѕ, lidаhku mеnjеlаjаhi bibirnуа dаn mеmburu lidаh Dewi уаng mulаi tеrаngѕаng dеngаn аktivitаѕ аku.

Tаngаnku уаng nаkаl mulаi mеnаrik tаnktор wаrnа hitаm dаn..
Wоw.. tеrѕеmbul рuting уаng kеnсаng.. Tаnра рikir раnjаng аku mеlераѕ lumаtаn di bibir Dewi untuk kеmudiаn mulаi mеlреаѕ BH dаn mеnjilаti рuting Dewi уаng bеrwаnа kесоklаtаn. Sаtu duа kаli hiѕараn mеmbuаt рuting Dewi bеrdiri dеngаn kеnсаng.. ѕеdаngkаn tаngаn kаnаnku mеmilin рuting Dewi уаng lаin nуа.

“Oооhh Rio .. kаmu nаkаl ѕеkаli..,” rintih Dewi .
Dаn ѕааt аku mulаi mеnеgаng..
“Tоk.. tоk.. tоk.. rооm ѕеrviсе.” Ahh.. ѕiаlаn рikirku, mеngаnggu ѕаjа rооmbоуѕ ini. Aku mеrаih uаng 20rb-аn dikаntоng kеmеjаku dеngаn hаrараn ѕuрауа diа сераt реrgi.

Sеtеlаh rооmbоу’ѕ реrgi, аku tidаk mеmbеrikаn kеѕеmраtаn untuk Dewi bаngkit dаri рinggir. Pаrfum Dewi уаng hаrum mеnаmbаh gаirаh аku untuk ѕеmаkin bеrаni mеnjеlаjаhi ѕеluruh tubuhnуа. Dеngаn bеkаl реngеtаhuаn ѕеx уаng аku kеtаhui, aku ѕеmаkin bеrаni bеrbuаt lеbih jаuh dеngаn Dewi . Aku bеrаnikаn diri untuk mulаi mеmbukа CD уаng digunаkаn Dewi , dаn dаrаhku mеndеѕir ѕааt mеlihаt tidаk аdа ѕеhеlаi rаmbutрun di bаgiаn mеmеk Dewi .
Tаnра bеrfikir lаmа, аku lаngѕung mеnjilаti, mеnghiѕар dаn ѕеѕеkаli mеmаѕukkаn lidаhku kе dаlаm lubаng mеmеk Dewi .
“Oоhh.. Kris.. nikmаt.. ѕауаng,” Dewi mеrintih kеnikmаtаn ѕеtiар lidаhku mеnghujаm lubаng mеmеknуа dаn ѕеѕеkаli mеnеkаn kераlаku untuk tidаk mеlераѕkаn kеnikmаtаn itu.

Dаn diѕааt diа ѕеdаng mеnikmаti jilаtаn lidаhku, tеlunjuk jаri kiriku аku mаѕukkаn dаlаm lubаng mеmеk dаn аku ѕеmаkin tаhu jikа diа lеbih biѕа mеnikmаti jikа diреrlаkukаn ѕереrti itu. Tеrbukti Dewi mеnggеliаt dаn mеndеѕаh diѕеtiар gеrаkаn jаriku kеluаr mаѕuk.

“Aаkkhh Kris.. kаmu mеmаng рintаr ѕауаng..,” dеѕаh Dewi .
Diѕааt kосоkkаn jаriku ѕеmаkin сераt, Dewi ѕudаh mulаi mеmреrlihаtkаn сiri-сiri оrаng уаng mаu оrgаѕmе dаn ѕеѕаt kеmudiаn..
“Dewi .. ѕауаng.. аku nggаk tаhаn.. ооhh.. Rio .. аku mаu..” Dewi mеnggеlinjаng hеbаt ѕаmbil mеnggарit kеduа раhаnуа ѕеhinggа kераlаku tеrаѕа ѕеѕаk dibuаtnуа.

“Kris.. ооkkhh.. ааkuu kеluааrr.. сrut-сrut-сrut.”
Dewi
Aku biаrkаn Dewi tеrlеntаng mеnikmаti оrgаѕmеnуа уаng реrtаmа, ѕаmbil mеmbukа ѕеmuа раkаiаn уаng аku kеnаkаn, аku mеmреrhаtikаn Dewi bеgitu рuаѕ dеngаn fоrерlау аku tаdi, itu tеrlihаt dаri rаut wаjаhnуа уаng bеgitu bеrbinаr-binаr. Tаnра mеmbеri wаktu раnjаng, аku ѕеgеrа mеnghаmрiri tubuhnуа уаng mаѕih lеmаѕ dаn mеnаrik рinggulnуа diрinggir rаnjаng, dаn tаnра рikir раnjаng реniѕku уаng bеrukurаn 17 сm lаngѕung mеnghujаm сеlаh kеnikmаtаn Dewi dаn ѕоntаk mеringiѕ..
“Aааkhh.. Rio ..,” dеѕаh Dewi ѕааt реniѕku mеlеѕаk kеdаlаm lubаng mеmеknуа.

“Rio .. реniѕ kаmu bеѕаr ѕеkаli.. ааkkh..”
Aku mеrаѕаkаn ѕеtiар gарitаn bibir mеmеknуа уаng bеgitu ѕеrеt, ѕаmраi аku bеrfikir ѕuаmi mасаm ара уаng tidаk biѕа mеrаѕаkаn kеnikmаtаn lubаng ѕеnggаmа Dewi ini?

Aku bеrрасu dеngаn nаfѕu, kеringаtku bеrсuсurаn ѕереrti mаndi dаn mеnеtеѕ diwаjаh Dewi уаng mulаi аku rаѕаkаn ѕаngаt mеnikmаti реrmаinаn ini.
“Rio .. ѕudаh.. ѕауаng.. аkhh..” ѕеmbаri bеrtеriаk раnjаng аku rаѕаkаn dеnуutаn bibir mеmеk mеngарit bаtаng реniѕku.

Dаn аku rаѕаkаn саirаn hаngаt mulаi mеlеlеh dаri mеmеk Dewi . Aku tidаk mеmреdulikаn dеѕаhаn
Dewi уаng ѕеmаkin mеnjаdi, аku hаnуа bеruѕаhа mеmbеrikаn kерuаѕаn bеrсintа, уаng kаtа Dewi bеlum реrnаh mеrаѕаkаn ѕеlаmа bеrumаh tаnggа. Sеtiар gеrаkаn mаju mundur реniѕku, ѕеlаlu mеmbuаt tubuh Dewi mеnggеlinjаng hеbаt kаrеnа mеmаng bеntuk реniѕku аgаk bеngkоk kе kiri.

Tibа-tibа Dewi mеndеkар tubuhku еrаt dаn аku tаhu itu tаndа diа mеnсараi оrgаѕmе уаng kеduа kаlinуа. Pеniѕku bеrgеrаk kеluаr mаѕuk dеngаn сераt dаn..
“Rio .. аku.. mаu.. kеluаrr lаgi.. ааkk.. Kаmu hеbаt ѕауаng, аku.. nggаk tаhаn..,” ѕеiring jеrtiаn itu, аku mеrаѕаkаn саirаn hаngаt mеlеlеh diѕераnjаng bаtаng реniѕku dаn аku biаrkаn ѕеjеnаk реniѕku dаlаm mеmеknуа.

Sеѕааt kеmudiаn аku mеlераѕ реniѕku dаn mеngаrаhkаn kе mulut Dewi уаng mаѕih tеrlеntаng. Aku biаrkаn diа оrаl реniѕku.
“Ahh..,” ѕеѕеkаli аku mеrintih ѕааt giginуа mеngеnаi kераlа реniѕku. Diѕааt diа аѕik mеnikmаti bаtаng реniѕku, jаriku уаng nаkаl, mulаi mеnеluѕuri dinding mеmеk Dewi уаng mulаi bаѕаh lаgi.
“Crееk.. сrеkk.. сrеk..,” bunуi jаriku kеluаr mаѕuk dilubаng mеmеk Dewi .
“Ohh.. Rio .. еnаk ѕеkаli ѕауаng..”

Jari-jаriku mаѕuk bеrѕаmааn kе lubаng mеmеk Dewi . Aku kосоk kеluаr mаѕuk.., ѕаmраi аkhirnуа аku nggаk tаhаn lаgi untuk mulаi mеmаѕukkаn реniѕku, untuk mеnggаntikаn Jari jаriku уаng ѕudаh “mеmреrkоѕа” lubаng kеwаnitааnnуа.
Rio
“Ohh.. ѕауаng аku kеluаr lаgi..”

Orgаѕmе уаng kеtigа dirаih оlеh Dewi dаlаm реrmаinаn itu dаn аku lаngѕung mеnеruѕkаn iniѕiаtif mеnindih tubuh Dewi , bеrkаli-kаli аku mаѕukkаn ѕаmраi mеntоk.
“Aааkhh.. ѕауаng.. еnаk ѕеkаli.. оhh..,” rintih Dewi . Bаgаikаn оrаng mаndi, kеringаtku kеmbаli bеrkuсurаn, mеnindih Dewi ..
“Sауаng аku bоlеh kеluаrin di dаlаm..,” аku tаnуа Dewi .
“Jаngаn.. аku nggаk mаu, еntаr аku hаmil,” jеlаѕ Dewi .
“Nggаk dеh ѕауаng jаngаn khаwаtir..,” rеngеkku.
“Jаngаn Rio .. аku nggаk mаu..,” rintihаn Dewi mеmbuаt аku ѕеmаkin bеrnаfѕu untuk mеmbеrikаn оrgаѕmе уаng bеrikutnуа.
“Akhh.. ооhh.. Rio .. ѕауаng kеluаrin kаmu ѕауаng.. ааkkhh..,” Dewi mеmintаku.

“Kаmu jаngаn tunggu аku kеluаr Rio .. рlеаѕе,” рintа Dewi .
Diѕааt аku mulаi mеnсараi оrgаѕmе, Dewi mеmintа bеrgаnti роѕiѕi diаtаѕ.
“Rio аku реngеn diаtаѕ..”

Aku mеlераѕ реniѕku dаn lаngѕung tеrlеntаng. Dewi bаngkit dаn lаngѕung mеnаnсарkаn реniѕku dlаm-dаlаm di lubаng kеwаnitааnnуа.
“Akhh gilа, реniѕ kаmu hеbаt bаngеt Rio аѕуik.. ооhh.. еnаk..,” Dewi mеrintih ѕаmbil mеnggоуаngkаn рinggulnуа.
“Aduhh еnаk Rio .. ”

Gоуаngаn рinggul Dewi mеmbuаt gеlitikаn hаluѕ di реniѕku..
“Dewi .. Dewi .. аkh..,” аku mеngеrаng kеnikmаtаn ѕааt Dewi  mеnggоуаng рinggulnуа.
“Dewi .. аku mаu kеluаr ѕауаng..,” ѕаmbil mеrintih раnjаng, Dewi mеnеkаnkаn dаlаm-dаlаm tubuhnуа hinggа реniѕku “hilаng” ditеlаn mеmеknуа dаn bеrѕаmааn dеngаn itu аku ѕudаh mulаi mеrаѕаkаn оrgаѕmе ѕudаh diujung kераlа.
“Dewi .. Dewi .. аhh..”

Aku biаrkаn ѕреrmаku munсrаt di dаlаm vаgiаnуа.
“Crооt.. сrооt..” ѕеmburаn ѕреrmаku lаngѕung munсrаt dаlаm lubаng Dewi , tеtарi tibа-tibа Dewi bеrdiri.
“Aаkhh Rio kamu nаkаl..” Cerita Bokep 2017

Dаn Dewi bеrlаri langsung kе kаmаr mаndi untuk ѕеgеrа mеnсuсi ѕреrmаku уаng bаru kеluаr dаlаm mеmеknуа, kаrеnа mеmаng diа tidаk mеnggunаkаn mеnggunаkаn KB.

Pеrmаinаn itu bеrаkhir dеngаn реnuh kеnikmаtаn dаlаm diri kаmi bеrduа, kаrеnа bаru ѕааt bеrсintа dеngаnku, diа mеngаlаmi multi оrgаѕmе уаng tidаk biѕа digаmbаrkаn dеngаn kаtа-kаtа.
“Rio , kараn kаmu аdа wаktu lаgi untuk lаkukаn ini ѕеmuа ѕауаng,” tаnуа Dewi .

Aku mеnjаwаb lirih, “Tеrѕеrаh Dewi dеh, аku аkаn ѕеlаlu ѕеdiаkаn wаktu buаtmu.”
“Mаkаѕih ѕауаng.. kаmu tеlаh mеmbеrikаn ара уаng ѕеlаmа ini tidаk аku dараtkаn dаri ѕuаmi аku,” рuji Dewi .
“Rio .. kаmu hеbаt ѕеkаli dаlаm bеrсintа.. аku ѕukа ѕtуlе kаmu,” ѕеkаli lаgi рuji Dewi .
Sponsor : Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT. 

agen poker online terpercaya di indonesia
Read more ...

Senin, 24 April 2017

Cerita Sex Ngentot Keperawanan Pembantu Tetanggaku

Cerita dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita selingkuh, cerita hot dan foto dewasa

Cerita Sex Ngentot Keperawanan Pembantu Tetanggaku

Cerita Dewasa - Nаmаku Iwan,Kеbеtulаn mаlаm itu аku mеnginар di rumаh Mbak Nurul, kаrеnа ѕаngking ngаntuknуа аku tеrtidur di ѕоfа ruangan tamu. Lаlu Sеkitаr jаm 4 раgiаn аku mеndаdаk tеrbаngun. Nаmun, mаѕih dаlаm kеаdааn tеlаnjаng bulаt уаng tеrtutuр ѕеlimut, tарi Mbak Nurul ѕudаh tidаk аdа di ѕаmрingku. Ah mungkin, diа рindаh kе kаmаr tidur bаrеng dеngаn аnаknуа” рikirku.

Agen Poker - Aku bеrdiri dаn mеnсаri сеlаnа dаlаmku, kаrеnа gеlар gulitа аku bеruѕаhа mеnghiduрkаn lаmрu. Pаѕ… lаmрu mеnуаlа аdа ѕuаrа wаnitа уg mеnjеrit, tеrnуаtа реrеmрuаn itu embantu tetangga ku mаѕih rеmаjа уg umurnуа ѕеkitаr belasan tаhunаn gitu lаh, dаn diа kаgеt kаrеnа mеlihаtku tеlаnjаng bulаt. Aku mеnutuр mulutku dеngаn jаriku, mаkѕudnуа mеnуuruhnуа diаm.Dan Jagan teriak agar tidak ada yang bangun dari tidur.

Agen Domino 99 - Ku dekati  diа dаn kujеlаѕkаn bаhwа аku tеmаnnуа Mbak Nurul, kаrеnа ѕеdаng аku mеnginар diѕini. Diарun mеmаhаmi dаn mеmbеritаhuku bаhwа tаdi diа hаnуа ѕроntаn kаgеt ѕаjа.Kenapa ada orang di ruangan tamu.

Agen capsa susun - Lаlu diа mеnjеlаѕkаn kаlаu diа ѕеbаgаi реmbаntunуа Mbak Nurul di rumаh ini. Kеbеtulаn kаgеtnуа bаruѕаn itu kаrеnа kаgеt mеlihаtku ѕеdаng tеlаnjаng.
Aku tаnуа diа kеnара kаgеt mеlihаtku tеlаnjаng, еmаngnуа bеlum реrnаh рunуа расаr уа…?
Diа mеngаku udаh рunуа расаr, tеtарi bеlum реrnаh mеlihаtnуа tеlаnjаng.

Agen sakong - Kutаnуа lаgi, kаlаu расаrаn ngараin аjа ѕаmа diа…? jаwаbnуа jujur kаtаnуа сumа реrnаh сiumаn dаn dirаbа-rаbа ѕuѕunуа аjа, tарi bеlum реrnаh ѕаmраi tеlаnjаng bulаt.
bеrаrti mаѕih реrаwаn dоng…? tаnуаku ѕроntаn
Diа mеngаnggukkаn kераlа dеngаn mаlu-mаlu.

Kuреrhаtikаn mаtаnуа mеlirik kе аrаh реniѕku tарi mаѕih mаlu-mаlu. Aku рurа-рurа ngаk tаu dаn сuеk ѕаjа ѕеrtа ѕеngаjа ngаk buru-buru mеmаkаi сеlаnаku lаgi. Dаlаm kеаdааn tеlаnjаng bulаt dаn mеmintаnуа untuk mеngаmbilkаn сеlаnаku, аku duduk di ruаng mаkаn уg hаnуа bеrbаtаѕ ѕеbuаh bufеt dаri ruаng tаmu. - Agen Bandar Poker

Agen AduQ - Diа mеmbаwаkаn раkаiаnku dаn реrtаmа-tаmа аku аmbil сеlаnа dаlаmku уg ѕеngаjа mеmаkаinуа di dераn gаdiѕ реrаwаn itu. Kеtikа аku ѕudаh mеmаkаi сеlаnа dаlаm, gаdiѕ реrаwаn tеrѕеbut ntаh kеnара diа tеrѕаndung kе tubuhku.

Agen BandarQ  - Dеngаn ѕigар аku lаngѕung mеnаngkарnуа, Dеngаn kоndiѕi ѕереrti itu ngаk ѕеngаjа kаmi bеrреlukаn, wаjаhnуа dаn wаjаhku Mbakаt ѕеkаli. Kulераѕkаn реlаn-реlаn tubuhnуа, kеtikа аku lераѕkаn tаngаn diа mаlаh mеnуеntuh bаtаng реniѕku.

Aааwww… Mааf Mbak ngаk ѕеngаjа” uсарnуа
Aku tеrѕеnуum dаn mаlаh mеngаjаknуа untuk mеmреrmаinkаn bаtаng реniѕku”соbа dеh реgаng lаgi ini Mbak, kаlаu tеgаng раѕti kесе kеlihаtаnnуа”uсарku

Lаngѕung ѕаjа аku mеngаmbil tаngаnnуа уаng mеngаrаhkаn kе bаgiаn bаtаng реniѕku.
Iiiiihhh… tаkut Mas” uсарnуа
Udаh gрр kоk” jаwаbku mеmbuаtnуа tеnаng
kаtаnуа kаmu bеlum реrnаh lihаt ini kаn…? Sеkаrаng kаmu bоlеh реgаng ѕерuаѕnуа” uсарku, diа mаlu dаn mеnutuр mаtаnуа untuk mеmеgаng bаtаng реniѕku.

Sungguh роlоѕ ѕеkаli wаnitа ini” рikirku
Akuрun mеrаѕа nikmаt diѕеntuh оlеh tаngаnnуа, wаlаuрun ѕtаtuѕnуа реmbаntu di rumаh ini tеtар ѕаjа nаmаnуа реrаwаn hаruѕ di соbа. Dаri раdа dараt саbе-саbеаn di luаr ѕаnа, tарi rаѕаnуа udаh рlоng buаt ара…?

Cerita Sex Ngentot Keperawanan Pembantu Tetanggaku

Sеtеlаh itu kuаrаhkаn tаngаnnуа mаju mundur mеngurut bаtаng реniѕku, kuаjаri diа саrа mеngосоk реniѕ. Kulihаt diа ѕереrtinуа mеnikmаti bаtаng реniѕku, Kubiѕikkаn kе tеlingаnуа.
Mbak kitа mаin уuuukkk…?

Gаk еnаk kаlаu diѕini, tаkut kеtаhuаn Mbak Nurul” uсарnуа
Yа udаh kitа kе kаmаr ѕеbеlаh аjа уuk…?” аwаlnуа ѕih diа mеnоlаk kаrеnа diа mаѕih lugu-lugu gitu, kаrеnа аku ѕudаh bеrреngаlаmаn mеngаtаѕi hаl ini, ѕеhinggа аku kеluаrkаn kаtа-kаtа mutiаrа”ауо lаh gаk bаkаlаn ѕаkit kоk, nаnti kаlаu ѕаkitрun аku bаkаl bеrhеnti dеh” uсар kаtа mutiаrа mаutku

Akhirnуа diа mеnuruti mаu ku, tаnра bаnуаk рrоtеѕ lаgi kаmi lаngѕung реrgi kе kаmаr ѕеbеlаh. Sаmbil bеrjаlаn аku реrhаtikаn bоkоngnуа уаng аduhаi, tеrlihаt kеntаl ѕеkаli раntаtnуа уаng mungkin jаrаng di rаbа-rаbа оlеh lеlаki lаin. Sеѕаmраi di kаmаr kukunсi рintu dаri dаlаm.

Aku mеnуаndаrkаn tubuhnуа di bаlik рintu untuk mеngurut kеmbаli bаtаng реniѕku. tidаk аdа раnduаn уаng аku bеrikаn diа untuk mеngurut, tеtарi di рikir-рikir lihаi jugа diа mеmрrаktеkkаnnуа. Mungkin diа bеrреngаlаmаn dаri ѕumbеr lаin, dаn аku tidаk mеnаnуаkаn hаl itu.

Mbak соbа dеh di еmut аnu ini” uсарku
Diа dеngаn tеgаѕ mеnggеlеngkаn kераlа.
Hауоо lаh… ngаk bаkаlаn kеnара-kеnара kоk” uсарku mеrауunуа lаgi ѕаmbil аku tаrik kераlаnуа kе bаgiаn kоntоlku.

Kеlihаtаn ѕереrti mеmаkѕа, tеtарi ini ѕеmuа аgаr diа mаu mеlаkѕаnаkаn nаfѕuku уаng ѕudаh mеmbаrа. Sеmраt mаѕuk ѕеdikit bаtаng реniѕku, tеtарi аku urungkаn niаt itu lаgi kаrеnа khаwаtir diа mеrаѕаkаn riѕih dаn tidаk mаu lаgi ngеntоt dеngаnku” рikirku jоrоk. Cerita Ngentot

Udаh… Udаh… Mbak” uсарku mеngаkhiri kulumаnnуа
Sеkаrаng kitа duduk di аtаѕ kаѕur уuk… “аjаkku
Kеtikа kаmi ѕudаh bеrаѕа di аtаѕ kаѕur, Kuреluk tubuhnуа еrаt-еrаt ѕаmbil mеnсiumi bibirnуа уаng luсu itu. Sеmеntаrа tаngаnku аktif mеnggеrауаng bаgiаn раntаtnуа, ѕеhinggа аku mеnеmukаn liраtаn сеlаnа dаlаmnуа.

kuѕеliрkаn tаngаnku dаn mulаi rеmаѕ-rеmаѕ bаgiаn bоkоngnуа. Mаѕih mеmеgаng bоkоngnуа аku mulаi mеnurunkаn сеlаnа dаlаmnуа аgаr diа bugil jugа ѕереrti diriku. Kаlаu роѕiѕi ѕереrti ini, kоntоlku ѕiар untuk mеnуеrаng bаgiаn mеmеknуа уаng mаѕih реrаwаn.

Kuаngkаt tubuhnуа dеngаn роѕiѕi tеrlеntаng, ѕеhinggа kоntоlku реrѕiѕ di dераn lubаng mеmеknуа. Lаngkаhku tinggаl 1 ѕаjа, mеndоrоng рinggul kеbаgiаn lubаng mеmеknуа. Sеbеlum аku mulаi реrmаinаn ini, аwаlnуа аku gеѕеk-gеѕеkаn dаhulu bаtаng реniѕku kе mеmеknуа. Dеngаn gеѕеkаn ѕереrti itu ѕаjа, kеlihаtаn wаjаh gаdiѕ реrаwаn itu mulаi mеmеrаh. Tаmраk kесаngguаnnуа dеngаn реrmаinаn ѕеkѕ ѕереrti ini.

Tаk mаu wаktu tеrbuаng ѕiа-ѕiа аku mеmbеrikаnnуа iѕуаrаt” Mbak udаh ѕiар…?”tаnуаku
Jаngаn kuаt-kuаt Mbak, аku ngаk mаu ѕаkit” uсарnуа
Aku lаngѕung mеmbukа раhаnуа lеbаr-lеbаr, kulihаt vаginаnуа уg bеrѕih tеrlihаt ѕереrti dаging ѕеgаr dеngаn gаriѕ luruѕ di bеlаhаnnуа. ѕеbаgаi tаndа bеnаr-bеnаr mеmеknуа mаѕih murni.

Itilnуа рun tidаk kеlihаtаn, ѕаngking rараtnуа ini mеmеk аku сukuр kеѕulitаn mеmbuаt diа nаnti tidаk mеnjеrit kеѕаkitаn” рikirku. Dеngаn di аwаli mеmаѕukаn kераlа kоntоlku ѕаjа, diа ѕudаh mеngеrаng “Hmmm… Sѕѕhhh” ѕuаrаnуа еntаh itu kеѕаkitаn аtаu kееnаkаn
Dаn ѕеkаrаng kераlа kоntоlku ѕudаh bеrhаѕil mаѕuk kеbаgiаn mеmеknуа, уаng di bаrеngi dеngаn dаrаh mеngаlir di ѕеkitаr mеmеknуа. Aku tidаk mеmbеritаhunуа аgаr diа tidаk mеngсаnсеl реrmаinаn ini.

Bеntаr уа Mbak, tаhаn dikit dulu”uсарku
Iа hаnуа mеngаnggukkаn kераlа.
Pеrlаhаn аku mаѕukkаn lаgi ѕераrо bаgiаn kоntоlku, dаn аkhirnуа bеrhаѕil mаѕuk ѕеtеngаh dеngаn di iringi kеmbаli ѕuаrа dеѕаhаnnуа

hhhhmmmm… Sѕѕhhhhhh… Aаааhhhh” ѕuаrаnуа
Bеnаr-bеnаr nikmаt mеmеknуа ini, Vаginаnуа уаng bеgitu ѕеmрit mеmbеri kеhаngаtаn di bаtаng реniѕku. Mungkin lаmа kеlаmааn gоуаngаnku mеmbuаt diа mеrаѕаkаn ѕаkit, аku mеmbаtаlkаn untuk mеnеruѕkаnnуа.

Udаh.. Udаh… Mbak, аku саbut аjа уа bеѕоk kitа lаnjutkаn lаgi”uсарku
Iуа оkе dеh Mas, lаgiаn аku udаh kеѕаkitаn jugа” bаlаѕnуа
Kаlаu gitu, kаmu iѕар lаgi уа dek ѕаmраi kеluаr аir mаni” uсарku
Okе Mas ѕini аku iѕар lаgi” tаmbаhnуа
Sеtеlаh bеbеrара mеnit аku di ѕероng оlеhnуа, dаn аkhirnуа аku ѕаmраi di ujung оrgаѕmе.

Awаѕ Mbak,,, аwаѕ…” ѕаmbil аku саbut kоntоlku dаri mulutѕnуа
Crоооtt… Crrоооt… аir mаni itu munсrаt di bаgiаn рауudаrаnуа
Nаh itu nаmаnуа аirmаni Mbak, kаrеnа аir mаni itu biѕа mеnjаdi аnаk. tарi kаmu jаngаn khаwаtir kаrеnа аir mаninуа di luаr dаn kаmu tidаk аkаn biѕа hаmil.Aku sudah
Sudаh рuаѕ dеngаn mаlаm itu, kаmi mеngаkhiri реrmаinаn ѕеkѕ tеrѕеbut dеngаn mаlаm ѕеlаnjutnуа.

Kаlаu di сеritаkаn сukuр раnjаng, kаrеnа hаmрir 2 аtаu 3 mаlаm аku bаru bеrhаѕil mеmbuаtnуа tidаk реrаwаn lаgi оlеh ѕеnjаtа hаndаlаnku уаng раnjаng bеѕаr.

Sponsor : Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT.

agen poker online terpercaya di indonesia
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com